Laporan Jurnalis SBO
Badiamin Sinaga

Merak. Seputarbanten.com
Target pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menerapkan sistem pelayanan otomatis penjualan tiket atau Automatic Ticketing System (ATS) di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Penerapan sistem baru yang menjanjikan pelayanan yang lebih mudah dan efisien kepada pengguna jasa dan perusahaan pelayaran, belum juga terwujud secara maksimal dipelabuhan Merak dan Bakauheni yang sudah dimulai sejak 2016 tahun lalu, yang menjadi pilot project oleh PT. ASDP Cabang Merak.

PT.MPG (Mata Pensil Globalindo) selaku pemenang dalam tender proyek Automatic Ticketing System (ATS) senilai kurang lebih 8.2 M dan sempat menjadi temuan BPK dipelabuhan Asdp merak hanya baru terpasang 1 unit ATS, dan masih jauh dari perjanjian kontrak yang seyogianya menyediakan 18 unit di 2 Pelabuhan Merak dan Bakauheni, sehingga pelayanan yang lebih mudah dan efisien kepada pengguna jasa dan perusahaan pelayaran belum terwujud secara maksimal.

Pantauan SBO yang menjumpai keluhan dari pengendara yang akan menumpang di pelabuhan Merak, salah satunya Sopar pengendara yang berkomentar kepada SBO, menurutnya "Timbangan di Asdp Merak kenapa cuma ada satu yang saya perhatikan kalau tidak salah di tol gate 1 (satu), padahal ada 8 tolgate". Petugas Asdp dilapangan membenarkan memang baru satu terpasang timbangannya, dan selanjutnya beliau tidak mau banyak berkomentar, dan meminta agar namanya dirahasiakan.

Terkait hal ini SBO mencoba konfirmasi untuk menanyakan perihal ini kepada pihak MPG Cabang Merak Davir Zamzani selaku Kacab Merak yang tidak bisa ditemui, di kantornya yang beralamat di area Pelabuhan Merak Kelurahan Tamansari Kecamatan Pulomerak.

Proyek KSO (Kerja sama Operasi) antara PT. ASDP dan PT. MPG (Mata Pensil Globalindo), menurut informasinya akan berjalan selama 3 tahun dari 2016 s/d 2019 sesuai isi perjanjian kontrak.

Keakuratan ATS dalam mencatat identitas penumpang dan mengukur jenis dimensi barang yang akan dimasukan dalam manifest muatan kapal adalah penting bagi pengguna jasa karena merupakan bagian dari dokumen asuransi bagi penumpang dan muatan kapal dan diharapkan dapat mengurangi potensi-potensi kerugian yang selama ini masih dialami baik oleh pengguna jasa maupun operator kapal penyeberangan (red).

Sinaga/SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: