Cilegon- Oli bekas yang masih memiliki nilai ini tentu bagi pengusaha oli bekas adalah sebuah peluang, seperti halnya Pengepul Oli bekas yang berada di kawasan kelurahan Sukmajaya ini sudah berjalan lima (5) tahun tanpa memiliki Izin, padahal sudah jelas akan terancam pidana dalam pengelolaan oli bekas tanpa izin, sebagaimana diatur dalam UUPPLH, PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Keberadaan puluhan drum oli bekas ditengah kawasan lapak-lapak milik Togar yang bisa diakses dari Jl. Ki Wasyid ini termasuk kategori Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Oli yang diambil atau dibeli Togar dari pemilik bengkel-bengkel yang diberada di wilayah kota Cilegon dan setelahnya dikumpulkan dilokasi tersebut yang kemudian dijual ke wilayah Tangerang.

"Oli-oli bekas ini milik saya, ambil dari bengkel-bengkel di Cilegon aja, kalau sudah banyak kita kirim ke Jakarta." Ujar Togar saat SBO tanyai

Saat ditanya soal Izin Lingkungan untuk usahanya yang menampung limbah B3 tersebut, secara tegas Togar mengakui belum mengantongi Izin dari BLHD Kota Cilegon dengan alasan kepemilikan lahan.

"Gimana mau punya Izin, orang lahan saja kita nyewa kok, kan harus jelas domisili dan kepemilikan lahannya, kita nyewa sama H. Marjuki". Tegasnya

Sementara itu Edi Juniwin, Seklur Sukmajaya saat dikonfirmasi soal keberadaan usaha pengepul oli bekas (Limbah B3) yang berada di wilayahnya mengatakan sudah mengetahui dan beberapa kali menegur namun tidak digubris.

"Ya itu masuk wilayah kita Kelurahan Sukmajaya, lima tahun sih sudah lebih, Jangankan kita, orang Dinas saja pernah ngurus itu, nyatanya mana hasilnya? Kita sudah beberapa kali tegur tapi ga digubris, harusnya kan mereka disini numpang hidup, kalau punya niat baik walaupun ngontrak kan bisa diurus perzinannya akan kita Bantu", tegas Edi.

Hal ini ditegaskan oleh Ade Rizki, Lurah Sukmajaya, bahwasanya di lahan milik pribadi yang menjadi kawasan puluhan lapak berjejer dan sudah dihuni ratusan penduduk itu memang pendatang.

"Walaupun sudah banyak yang tinggal disana ga mungkin terjadi pemekaran RT, sebab Kawasan itu lahan milik pribadi, hanya punya 3 orang dari Jakarta, dengan luas sepuluh hektar." Pungkasnya.
Terkait hal ini SBO berencana besok pada jam kerja akan mencoba memintai keterangan kepada BLHD Kota Cilegon dikantornya.
Penulis CTB/SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: