seputarbanten.com

Cilegon-Pasar Keranggot sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Cilegon, yang berada di wilayah lingkungan Keranggot kelurahan Sukmajaya kecamatan Jombang kota Cilegon.
Salah satu megaproyek yang diresmikan oleh pemerintah Kota Cilegon pada tahun 2009 yang lalu, dengan terdiri dari 679 kios, 288 los dan 1284 awning.
Para pedagang yang menempati lapak awning mengeluhkan mahalnya Awning pasar dan dirasa harga tersebut sangat memberatkan pedagang ditengah menurunnya daya beli masyarakat belakangan ini, 

Keluhan para pedagang yang menempati awning ini cukup beralasan, dari pengamatan seputarbanten.com, diketahui sebelum renovasi auning pedagang lama dikontrak pertahun kisaran lima juta rupiah setelah adanya pembangunan auning tersebut yang dilakukan oleh pengembang pasar Keranggot ternyata di patok harga hingga puluhan juta rupiah. Salah satu pedagang lama Mumun mengatakan dirinya sudah lama berdagang dipasar Keranggot tersebut dan mengeluhkan mahalnya auning yang akan ditebusnya sekitar puluhan juta rupiah. **"Saya sudah berdagang dari pertama pasar ada disiini, namun pas di renovasi dan ingin menebus dari pengembang, kenapa pengembang tidak mau memberikan auningya kepada saya, dan saya tidak tau alasannya"** ungkap mumun, ia juga menambahkan dirinya merasa di permainkan oleh pihak pengembang pasar Kranggot.
"Saya juga merasa di permainkan oleh bastari (pihak pengembang awning pasar Kranggot) disuruh nemuin ini itu lah "tambah Mumun dengan nada kesal.
Di tempat lain pedang yang berada di samping auning (ruko) yang dulu ditempati ibu mumun membenarkan auning yang berada dipasar Keranggot tersebut ditawarkan kepada pedagang baru dengan harga mencapai puluhan juta rupiah. "Ruko itu di bandrol dengan harga 24 juta, pembayaran langsung ke bapak bastari selaku pengembang, dengan syarat harus mempunyai KTP cilegon" tandasnya
Saat akan di konfirmasi kepada Bastari selaku pihak pengembang tidak dapat ditemui.
Supri/SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: