Seputarbanten.com-Cilegon, Pesatnya pembangunan Kota Cilegon yang terus meningkat, ditilik dari jumlah APBD kota Cilegon dari tahun ke tahun, pada tahun 2017 ini saja mencapai 1,7 Triliun lebih, dengan luas wilayah Cilegon yang hanya -+ 17.550 Ha sementara jumlah penduduk hanya kisaran 500.000 jiwa, (dengan asumsi jumlah penduduk di tahun 2014 adalah 416.464-Wikipedia), yang tentunya sangat menggembirakan bagi warga masyarakat Cilegon, bisa diartikan wilayah kota Cilegon yang tidak begitu luas dengan jumlah penduduk yang sedikit, idealnya akan lebih memuluskaan upaya pemerintah Kota Cilegon dalam mengurangi angka kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran dalam konteks pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang amat penting dalam menilai kinerja yang telah dilakukan pemerintah Kota Cilegon.

Namun disisi lain masih saja selalu kita temukan kejanggalan sosial, seperti yang SBO jumpai pada tanggal 09 maret 2017 kemarin, dibeberapa titik keramaian Kota, salah satu aktifitas anak-anak di jalan protokol tepatnya depan Rumah Dinas Walikota, yang sedang memulung sampah. Dalam kesempatan itupun Tim SBO menyapa mereka, Wahyu (17) dan Aji dua pemulung yang ditemui di sela-sela istrihat nya trotoar setelah semalaman capek mengais-ngais botol dan gelas plastik bekas di sisi jalan dan trotoar, mengaku dirinya harus kerja (mulung) setiap sore sampai pagi agar bisa makan. Dan dirinya terpaksa putus sekolah setelah lulus SMP karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai sekolah. "Bantu ibu untuk makan, dari jam 5 sore sampe jam 5 pagi muter aja Ramayana- Simpang. Udah ga sekolah, udah lulus SMP 2 tapi ga terus soalnya orang tua ga punya biaya". Kata Wahyu.
Wahyu juga mengatakan bahwa dirinya dan Aji tinggal di Lapak belakang Ramayana bu, sama orang tua di gubug lapaknya, yang punya namanya bos Imat".Pungkasnya. Sementara Aji, saat hendak ditanya, tampak duduk sedang terkantuk-kantuk sambil coba mencari sandaran kepala, sehingga tim Seputarbanten tidak tega untuk mengusiknya.

Informasi ini diperkuat oleh pengamatan beberapa pedagang yang hampir setiap malam berada di sekitaran Halte Taman Nurul Islah. Diantaranya Siswanto yang mengatakan sering melihat pemulung anak-anak usia sekolah yang lewat setiap malam saat dirinya berjualan yang membuat merasa miris ketika melihatnya.
"Sering mba, anak-anak mulung mah tiap malam lewat sini. Banyak, kalau sepuluh mah lebihlah. Apalagi kalau campur yang dewasa sama yang tuamah sampe berpuluh-puluh. Kasihan mereka ya mba".Ujarnya.
Yang kemudian langsung ditimpali Emik, rekan Siswanto, yang mempertanyakan peran kinerja Dinsos (Dinas Sosial) kota Cilegon.
"Katanya Cilegon kota dollar, sejak malam tadi sampai menjelang subuh begini kok masih banyak anak-anak kecil mulung, apa besoknya pada ga sekolah?" Tegasnya. (CTB)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: