SMAN 1 Cilegon keluar sebagai juara satu dalam LCC 4 pilar kebangsaan dan bernegara tingkat SMA Se-kota Cilegon tahun 2017.

Laporan jurnalis SBO Badiamin sinaga
seputarbanten.com. Cilegon, Kamis tanggal 30 maret 2017 bertempat di Aula SMAN 2 Cilegon Kecamatan Purwakarta, adalah hari bersejarah khususnya bagi SMAN 1 yang telah memenangkan Lomba cerdas cermat 4 pilar kebangsaan antar SMA se-kota cilegon. Acara yang dimulai dari pukul 9 pagi dan berakhir di pukul 3 sore. Jalannya perlombaan cerdas cermat LCC 4 pilar kebangsaan berjalan dengan seru dan pada akhirnya dimenangkan oleh juara Pertama SMAN 1 dengan Nilai 750,disusul dengan juara kedua SMAN 5 dengan Nilai 600 dan juara ketiga SMAIT RJ dengan nilai 550.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh 15 perwakilan sekolah tingkat SMA baik negeri maupun swasta Se-kota Cilegon, yang  dimaksudkan agar meningkatkan   daya saing dalam belajar anak didik dan menumbuhkan rasa Nasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Sriyati Mpd sebagai Juri dalam LCC melalui by phone kepada SBO, "bahwa kegiatan lomba cerdas cermat 4 pilar kebangsaan merupakan ajang kreasi sebagai anak bangsa dan merupakan wujud cinta terhadap NKRI, sehingga dengan adanya lomba ini akan meningkatkan belajar siswa dan lebih mendalami tentang kebangsaan dalam mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya. Kegiatan ini juga memupupuk karakter bangsa agar tidak punah digilas dengan perkembangan era globalisasi sekarang ini. Kegiatan LCC ini dengan moto NKRI HARGA MATI, Sriyati menambahkan dengan program Kegiatan lomba LCC ini tidak hanya sekedar menghapal pasal-pasal dalam UUD 1945, TAP MPR saja tapi dengan harapan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari tutur Sriyati kepada SBO.

Ditempat terpisah salah satu mantan Komite yang namanya dirahasiakan "untuk memacu semangat didik siswa-siswi yang ikut ajang LCC harusnya pihak pemerintah melalui dinas pendidikan memperhatikan prestasi siswa tersebut, jangan hanya karna faktor ekonomi kemudian siswa yang berprestasi tidak dapat melanjutkan keperguruan tinggi, menurut saya cukup disayangkan, saya berharap dan percaya kalau Dinas pendidikan Pemerintah Kota Cilegon untuk berpikir kearah kesana atau mungkin sudah berjalan seperti ananda Herayati hanya pendayung becak sebagai pekerjaan orangtuanya tapi  mendapat nilai tinggi di ITB tutur mantan komite salah satu sekolah di cilegon kepada SBO.
 *Sinaga/SBO*
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: