Laporan Sbo
By Badiamin sinaga


Merak - SBO, Kecepatan dan ketepatan waktu itulah yang disyaratkan oleh Dirjen Perhubungan Darat, yang dikeluarkannya baru-baru ini. Surat dengan perihal pencabutan beberapa KMP di perairan Merak-Bakau.
Data yang diperoleh SBO, sekurangnya ada 12 Perusahaan Pelayaran dan ada 15 KMP (Kapal Muatan Penumpang), Pertanggal 8-4-2017 tidak lagi dapat beroperasi atau tidak dapat jadwal di OPP Merak. Menurut aturannya setiap KMP yang beroperasi di penyebrangan Merak, harus memiliki kecepatan di atas 10 knot, kecepatan waktu tempuh yang ditentukan oleh Menteri Perhubungan. Pada saat SBO melakukan  konfirmasi kepada Kepala OPP terkait 15 KMP yang tidak mendapat Jadwal berlayar, dan HarnoSelaku Kepala OPP membenarkannya, "Memang benar sejak tanggal 8-4-2017, ada 15 KMP yang dikeluarkan dari jadwal, karena pada uji kecepatan kelas tidak memenuhi standar 10 knot tutur Harno.
Sbo kemudian menanyakan kepada Harno, "Apakah dengan adanya SPM (Standar Pelayanan Minimum) kepada 15 KMP, tidak mengurangi pelayanan penyebrangan pada persiapan musim Lebaran 2017?
Yang kemudian dijawab Harno, "Sementara masih bisa optimal dengan kapal yang tersedia", ungkap Harno kepada SBO. 

Berikut daftar kapal yang diduga dibawah 10 knot ;
1.  KMP Jatra 1 Asdp 8,9 knot 
2.  KMP Jatra 3 asdp rusak 
3.  KMP Prima Nusantara PT. JM 9,7
4.  KMP titian murni PT. JM. 7,3 knot -
5.  KMP Nusa Bahagia PT. PMS 7,4 knt 
6.  KMP Nusa Dharma PT. PMS 8,6 knt 
7.  KMP BSP 1 PT. TSL 7,8 knot 
8.  KMP Rosmala PT. BPR 8 knot 
9.  KMP Salvino PT. Samudra fery 8,9 
10. KMP Raputra jaya 888 PT. RJ 9 knot 
11. KMP Mufidah PT. Jemla fery 9,2 knt 
12. KMP Rajabasa PT. GMP 9,3 knot
13. KMP Bahuga pratama PT. ALP 9,6 
14. KMP Royal Nusantara PT. PE 9,3
15. KMP SMS Kartanegara PT. SMS 9. 

Ketika SBO, mencoba menghubungi Ketua Gapasdap Merak Tagor Napitupulu melalui WA, belum ada tanggapan sampai berita ini dinaikkan. 

Sinaga /sbo
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: