SERANG, SBO - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Serang yang terjaring dalam razia dan menjual miras sedang dilakukan proses, serta telah dibuatkan berita acara oleh Satpol PP Kota Serang. Perbuatan melanggar hukum dan dianggap tidak sesuai dengan kedisiplinan kepegawaian, perbuatan yang dilakukan PNS ini membuahkan sanksi pertama, yakni sanksi skorsing terlebih dahulu. Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir kepada SBO saat ditemui di kantor DPRD Kota Serang, seusai Rapat Paripurna, Senin(17/4). Dalam keterangan yang disampaikan Sulhi, "Seharusnya pegawai itu tidak boleh melakukan perbuatan yang ilegal, dan jangan melakukan bisnis miras karena tidak boleh. Bukan melarang berusaha, tapi yang dilarang itu adalah berusaha untuk hal yang dilarang dan telah melanggar aturan," ujarnya. Masih menurut keterangan Wakil Walikota, "Sanksi-sanksi yang dapat diberikan ada 3 sanksi. Peringatan Pertama ringan, Peringatan kedua sedang dan Peringatan ketiga berat. Itu semua tergantung jenis kesalahan yang dilakukannya. "Kalau ringan bentuknya teguran dan skorsing, peringatan kedua sedang kenaikan pangkatnya ditunda dan kalau berat diberhentikan sebagai ASN," ucapnya. 
Di tempat sama, Asda 1, Pemkot Serang, Nanang Saefudin menambahkan, bahwa pada dasarnya Pemkot Serang sudah bergerak untuk melakukan penertiban tempat hiburan di kota serang. Karena Pemkot Serang sendiri benar-benar tidak memperbolehkan adanya hiburan di kota serang. Kalau memang masih melanggar saja akan segera di cabut. Kemudian, lanjut Nanang, terkait ada oknum ASN yang terjaring sudah diproses, dan diberikan sanksi pertama. "Bahkan berita acaranya pun telah dibuatkan oleh Satpol PP Kota Serang," tandasnya. 
REZ-SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: