Seputarbanten.com. Cilegon, Naiknya curah hujan di akhir musim penghujan tahun 2017 banyak menyisakan cerita kebanjiran, Banjir yang melanda Jalan raya Anyer-Cilegon, Banten, tepatnya di Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Kubang Sari, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Akibatnya, hingga menyebabkan Kemacetan panjang yang akan menuju kawasan industri Ciwandan. Bahkan di SMPN 6 Kota Cilegon terpaksa diliburkan setelah sekolah tidak bisa digunakan setelah terendam banjir ketinggian air mencapai  1 meter. Kisah banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kota Cilegon.

Masalah Banjir sepertinya menjadi cerita dari tahun ke tahun yang belum kunjung terselesaikan dengan baik oleh Pemerintah Kota Cilegon. Ditahun 2016 saja, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Purwadi mengatakan, tahun 2016 hingga bulan April sudah ada 10 kejadian banjir di Kota Cilegon, dan mencatat sekitar 766 rumah warga yang tergenang banjir dari 4 wilayah kecamatan di Kota Cilegon. Dan disebutkan ada 51 titik banjir yang tersebar merata di seluruh kecamatan.

Rentetan peristiwa kebanjiran tersebut terekam dalam cuitan-cuitan warga yang menjadi korban dalam status Facebooknya, mereka juga mengabadikan foto rumah mereka dan kampung halamannya yang terendam air, cuitan status mereka juga adalah kritik yang menyimpulkan pengaruh pembangunan industri terhadap dampak-dampak lingkungan, dan Pemerintah dalam menyambut musim hujan sepertinya tidak ada persiapan dalam pembangunannya, Sebagaimana dtuliskan dalam status Facebooknya "Suara Petani Cilegon"  Jelang umurnya yang 18 tahun, kota Cilegon justru makin banyak sebaran titik-titik banjir khususnya di kawasan perumahan dan sekitaran pabrik-pabrik raksasa.
inikah buah prosedur perizinan perumahan dan pabrik yang diberikan pemangku otoritas Cilegon?
kire-kire menurut wong kono pripen?

Sementara Status Ibrohim Aswadi Menuliskan Cerita duka nya "Biarlah, kesedihan dan semua perasaanku hanya Allah yang tau. Karna saya yakin dengan cara kekuasaan Nya, maha Rohman dan Rohimnya Allah Swt , maka semuanya menjadi bermakna #mia. 
Ungkapan nasihat agar bersabar hingga umpatan-umpatan sebagai kekecewaan banyak tertulis dari komentar mereka.
Kang Bob Dampak industri seng ore ramah lingkungan, masyarakat seng bayar mahal alias jadi korban.
Malik Ibrohim Dewane lagi pade jalan2 ke luar kota, Pemerintahe Lagi Sibuk ngurusi Projek TW 2

Sedikit melegakan membaca surat kabar mengenai statement Walikota Cilegon terkait banjir yang menimpa warga nya, Iman menyebut pembangunan long water storage (LWS) merupakan langkah penanganan jangka panjang. Untuk saat ini, kata dia, warga membutuhkan bantuan makanan dan selimut. Saat ini langkah yang diambil adalah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi banjir. (https://news.detik.com)

Semoga langkah konkrit yang ditempuh Iman Ariadi selaku Walikota Cilegon menjadi solusi yang baik paling tidak melegakan masyarakat korban banjir di wilayah Kota Cilegon..
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: