SERANG, SBO - Di akhir masa jabatannya, Walikota Serang, Tb Haerul Jaman, menunjukan upaya yang serius, dalam mewujudkan Kota Serang sebagai Kota yang Madani.

Hal tersebut dilihat dari upayanya yang tidak henti-henti atau setengah-setengah, dalam melakukan upaya penegakan Perda Pekat no 2 tahun 2010, tentang penyakit masyarakat.

Walikota Serang, Tb Haerul Jaman mengatakan, dalam razia pekat yang telah dilakukannya selama 2 bulan, telah hampir selesai. Upaya seriusnya telah membuahkan hasil, terdapat 6 tempat hiburan telah ditutup, dan tersisa tinggal 18 tempat hiburan lagi.

Dalam penyampaiannya dikatakan Jaman, untuk tempat-tempat hiburan yang berada di daerah serang timur akan dilakukan penggusuran, walau masih terkendala dengan surat pencabutan izin dari Pemerintah Pusat, yang masih ditunggu-tunggu.

"Karena tanah di daerah Serang Timur ini berada di tanah Pemerintah Pusat. Makanya masih nunggu penyabutan izin dari Pemerintah Pusat. Setelahnya kitalah yang bertindak untuk menggusurnya," kata Jaman kepada SBO melalui sambungan telpon, Senin(24/4).

Kemudian, sambungnya, untuk tempat-tempat hiburan di Kota Serang yang tidak mau tutup, akan segera di ratakan. Karena untuk surat teguran, dan peringatan sudah berkali-kali dilakukan. "Ini sudah final, karena kesabaran kita sudah habis, bersiap-siap saja akan diratakan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPTPM Kota Serang, Mamat Hambali mengakui siap mencabut izin cafe, restoran dan hotel. Apabila 18 tempat hiburan ilegal tersebut belum juga menutup tempat usahanya. Karena 6 cafe sudah tutup. "Yang tadinya berjumlah 24 tempat hiburan, kini tinggal 18 tempat hiburan ilegal. Siap-siap saja untuk tidak dapat buka usaha kembali di Kota Serang," tegasnya kepada SBo. (REZ).
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: