Laporan SBO By Badiamin sinaga

Merak-SBO
Penangkapan puluhan container di Pelabuhan Indah Kiat Merak, oleh Polda Banten dan Bea Cukai Merak pada tahun 2016 yang lalu, membuktikan bahwa banyak importir nakal yang mencoba menyelundupkan barang impor, tidak lain untuk menghindari dari bea masuk.

Menurut informasinya, PT. DIM (delapan intan mutiara) yang pada tahun sebelumnya, terjerat kasus import ilegal tepatnya di tgl 28-9-2016.
PT. DIM kedapatan melakukan Impor 3 container, berupa ribuan minuman beralkohol, laptop bekas, mesin moge (motor gede), susuai dengan informasi yang SBO dapatkan, ada dugaan beroperasi kembali dengan menggunakan nama perusahaan yang berbeda, PT. Jahra.
Pantauan SBO dilokasi pelabuhan Merak, tepatnya Selasa tgl 25-4-2017, pada saat pembongkaran Container, dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas Pejabat Pemeriksaan fisik barang, petugas bea cukai P2, dan melarang peliputan SBO terkait pemeriksaan tersebut, adu mulut pun terjadi antara pihak wartawan SBO dan petugas bea cukai.

Sikap oknum petugas yang tidak ramah ini, Sbo kemudian menggali informasi lebih lanjut.
Menurut dari keterangan narasumber SBO, bahwa diantara pengusaha importir yang berhasil digagalkan tahun lalu oleh aparat Polda Banten dan Bea cukai, diduga tengah beraktifitas kembali, sumber kami melanjutkan bahwa, salah satu importir nakal tersebut, ada dugaan menggunakan nama perusahaan PT. Jahra, disaat importir lain, tiarap. ujar sumber sbo.

Salah satu warga yang identitasnya minta untuk dirahasiakan menguraikan kepada SBO. " yang saya pertanyakan, pengawasan tentang keberadaan alamat kantor perusahaan, identitas importir apa tidak begitu ketat, padahal tahun lalu negara telah dirugikan senilai 8,5 M, saya nonton beritanya di tv swasta, tegasnya kepada Sbo, lantas melanjutkan penuturannya, " begitu pemilik perusahaan PT DIM, mengatakan tidak mengetahui isi barang, itukan sangat aneh", saya sebagai warga meminta kepada aparat Bea Cukai yang terkait, kalau benar bahwa PT.DIM sekarang memakai bendera baru atas nama PT. Jahra, yang bersalah itu pelakunya bukan perusahaannya", ujar warga tersebut.

Persisnya pada bulan yang lalu, Sbo meminta tanggapannya terkait hal tersebut, dari pihak Bea Cukai, Anung Kasi Intel P2, menegaskan, "selama barang yang masuk tidak Lartas (larangan dan terbatas) monggo-monggo saja kami tidak bisa melarangnya, yang memberi izin bekerja bukan kami, tapi Pusat atau kanwil", Ujar Anung kepada SBO.

Sinaga/SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: