Transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan hal ini harus tercermin pada kebutuhan mobilitas seluruh sektor dan wilayah kelurahan. Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, serta mempengaruhi semua aspek kehidupan.
 
Pesatnya pembangunan Kota Cilegon yang terus meningkat, ditilik dari jumlah APBD kota Cilegon dari tahun ke tahun, pada tahun 2017 ini saja mencapai 1,7 Triliun lebih, dengan luas wilayah Cilegon yang hanya -+ 17.550 Ha sementara jumlah penduduk hanya kisaran 500.000 jiwa, dengan asumsi jumlah penduduk di tahun 2014 adalah 416.464 (Wikipedia), yang tentunya sangat menggembirakan bagi warga masyarakat cilegon, yang bisa diartikan wilayah kota Cilegon yang tidak begitu luas dengan jumlah penduduk yang sedikit, idealnya akan lebih memuluskaan upaya pemerintah Kota Cilegon dalam membangun infrastrutur prasarana dan sarana, sebagai upaya membangun pertumbuhan ekonomi baik secara makro maupun mikro, dan ini merupakan salah satu indikator kemajuan dalam menilai perkembangan tata kota.
Ada beberapa alasan kepadatan transportasi yang ada, Kota Cilegon merupakan kota industri yang sangat memungkinkan padatnya aktifitas transportasi, kemudian Kota Cilegon adalah sebagai kota pelabuhan sebagai pintu gerbang yang mengubungkan dua pulau besar serta diujung Kota terdapat pula pelabuhan dengan berskala Internasional. Pertambahan jumlah kendaraan bermotor tentu akan meningkatkan emisi gas rumah kaca, polusi udara, gangguan suara kendaraan (kebisingan), kemacetan, serta mengurangi daya tampung jalan. kepadatan pengguna jalan ini bisa terlihat dengan terjadinya titik-titik kemacetan hampir disetiap ruas jalan dikota cilegon.


Mahalnya biaya transportasi karena keterbatasan Trayek layanan umum (angkot) memaksa masyarakat harus mengeluarkan biaya transportasi ojeg menuju jalan raya sebagai lintasan angkutan umum, biaya angkot kemudian biaya ojeg lagi hingga sampai ketujuannya, dikalikan dua untuk arah pulang, ini akan terasa sangat mahal, ditambah lagi oleh ketidak layakan sarana angkutan umum, keterbatasan trayek angkutan umum yang bisa menjangkau perumahan atau daerah pinggiran, atau tumpang tindih trayek angkutan umum, ketidak teraturan layanan angkutan umum adalah indikasi sistem transportasi publik belumlah memadai dan masih jauh dari harapan terhadap kebutuhan masyarakat kota cilegon.

Keterbatasan penyediaan layanan inilah yang kemudian mendorong masyarakat berlomba untuk memiliki kendaraan sendiri, baik dengan cara tunai atau hanya dengan DP/Uang muka yang sangat rendah, sebagai akibatnya adalah lonjakan pengguna jalan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang masih sangat terbatas. Lantas bagaimana jika masyarakat yang tidak mampu untuk memiliki kendaraan sendiri, tentu akan sangat menhambat kebutuhan dan keperluannya.
Sistem transportasi diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi proses pergerakan penumpang dan barang di mana prasarana merupakan media untuk proses transportasi. Tujuan dari sistem transportasi adalah untuk mencapai proses transportasi penumpang dan barang secara optimum dalam ruang dan waktu tertentu, dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan dan kelancaran serta efisiensi waktu dan biaya.

Bercermin dari kepadatan transportasi jakarta, dan tentunya berharap tidak terjadi hal yang sama dikota Cilegon, berupaya mencari solusi terbaik dalam mengatasi persoalan mengenai sistem transportasi, yang sepertinya bisa memungkinkan sistem transportasi ini dikelola langsung oleh pemerintah daerah dengan menjadikannya Perusahaan Daerah (PD), serta bisa mempekerjakan sopir angkutan umum, pengelolaan yang baik dan transparan tentunya akan menambah kas pendapatan daerah, pada ahirnya kita hanya bisa berharap semoga pemerintah daerah mempercepat dalam membenahi tata kelola dan sistem transportasi. Bila sistem transportasi/angkutan umumnya sudah handal, maka akan mengurangi banyaknya pengguna jalan sebagai sebab utama kemacetan, meningkatkan kemudahan pelayanan, memperluas kesempatan perkembangan kota, serta meningkatkan daya guna penggunaan sumber-sumber yang ada.

-Redaksi SBO-
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: