SERANG, SBO - SMKN 2 Kota Serang membantah adanya pungutan siswa di sekolah. Dengan dalih hal itu merupakan hasil rapat bersama orang tua dan semuanya menyetujuinya, dan tidak ada yang menolaknya. 

Lilik Hidayatullah selaku Kepala SMKN 2 Kota Serang, mengatakan, bahwa pihak sekolah meminta Iuran sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomer 30 tahun 2017 yang sudah jadi. Dalampengakuannya, sudah mengadakan rapat dan meminta iuran kepada wali murid semuanya sudah di serahkan kepada Komite Sekolah. "Tidak ada campur tangan saya, maupun guru-guru di SMKN 2 Kota Serang lainya. Karena saya sudah melakukan sesuai dengan Pergub tentang komite sekolah yang sudah di sebarkan," katanya kepada SBO melalui sambungan telpon, Jum'at(28/4).

Lebih lanjut Lilik merinci, untuk sistem pembiayaannya yang berkisar Rp 300 Ribu perbulan hanya untuk yang mampu saja. Tidak semuanya dikenai biaya, karena ada juga beberapa Wali murid yang membayar Rp 25 Ribu sampai 50 Ribu perbulanya. "Bahkan 0 rupiah juga ada, dan biayanya di tanggung sekolah sampai lulus. Makanya saya minta bagi orang tua yang tidak sanggup untuk membayar sekolah bisa langsung bilang ke Wali kelas mereka masing-masing. Setelahnya barulah wali kelas menyampaikan ke komite sekolah. Karena sekarang Kepala Sekolah tidak bisa menentukan mengenai biaya sekolah dan semuanya sudah diserahkan ke komite sekolah," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua KCD Kota Serang, Dindikbud Banten, Entus menambahkan, bahwa langkah yang dilakukan oleh SMKN 2 Kota Serang sudahlah benar, karena telah menggelar rapat persetujuan dan di kendalikan oleh komite sekolah. "Ini semuanya sudah sesuai dengan Pergub no 30 tahun 2017 yang sudah jadi, dan di dalam pergub tersebut di perbolehkan meminta kepada siswa. Asalkan di rapatkan terlebih dahulu, dan komite sekolah yang menjadi liding sektor," tandasnya. (REZ-SBO).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: