Seputarbanten.com - Serang, Wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu, dalam pengakuannya disekap di Hotel Sanghyang Indah Spa resort, yang berada di wilayah Anyer kabupaten serang propinsi Banten 24/05/17.

Hal tersebut terungkap dari informasi yang Sbo dapatkan dari ketua LSM Gerakan Pemuda Peduli Banten GP2B,  Dalam penuturannya Ketua LSM ini, mendapatkan pengaduan dari seorang perempuan pekerja ditempat hiburan malam di sebuah hotel sanghyang melalui telpon yang ia kenal dari media sosial, dalam pengaduannya wanita tersebut mengaku dirinya di intimidasi dan disekap disebuah dihotel, oleh agencinya tempat ia mencari nafkah.

"Seorang wanita menelfon saya, kira-kira sekitar pukul 03 dini hari, dia meminta tolong untuk dibebaskan dari hotel sanghyang, karna dia merasa disekap tidak boleh pulang padahal hari itu mereka sudah tidak bekerja dan libur menjelang bulan puasa, dia juga bilang bukan hanya disekap dihotel aja tetapi wanita malam itupun merasa diintimidasi oleh mamihnya." ujar ketua LSM

Ditambahkan Henry, kepada seputarbanten.com "Wanita itu juga menyampaikan bahwa ia tidak sendiri, melainkan ada beberapa rekan dengan profesi yang sama, meminta bantuannya agar bisa keluar dari tempat itu dengan cara bagaimanapun, dikarenakan wanita malam itu sudah tidak lagi betah bekerja disana, karna selalu ada tekanan oleh pihak agency kepada mereka.

Pantauan Sbo di lapangan dengan secara sembunyi, mendapati tujuh (7) wanita malam, ketujuh wanita ini bukan berasal dari daerah banten, melainkan berasal dari beberapa daerah yang berbeda, mereka dibatasi untuk tidak keluar dari wilayah hotel sanghyang, keluar dari ruangan hotel pun dalam pengakuan mereka selalu di awasi oleh keamanan hotel, hal tersebut dirasakan oleh ke tujuh wanita penghibur itu, dalam pengakuan mereka tindakan agencynya melarang mereka untuk meninggalkan hotel sekalipun libur, padahal pihak Agency menjanjikan libur, seperti yang dikatakan oleh Anita dirinya sangat ingin sekali untuk bisa berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman. senada dengan Anita, Amel mengatakan hal yang sama, "saya bekerja di hotel ini sebagai wanita penghibur sudah 3 minggu tetapi dalam 3 minggu ini saya belum pernah libur dan ketemu dengan keluarga saya, makanya harapan saya bisa menikmati bulan suci romadhon dengan anak dan keluarga saya, tetapi kenapa saya ga boleh libur dan pulang untuk nemuin anak", Ucap amel di iringi isak tangis.

Rekan Amel yang lainnya membenarkan, dan menambahkan keterangan bahwa Cafe di Hotel ini sedang libur selama bulan Ramadhan, "Jadi disini kita kan ga kerja apa-apa, tapi kenapa ga bisa libur, dengan alasan harus ada wanita pengganti sedangkan pada saat saya masuk kerja di tempat hiburan malam yang ada dihotel ini belum pernah ada perjanjian apa-apa, berarti secara logika saya ga perlu mengikutin perintah dari mamih saya dong", salah satu diantara kami pun sempat menghubungi pak deni selaku agency tetapi menurut pak deni kami tidak boleh pulang dengan alasan,keputusan itu dari pihak  manajemen Hotel" sambung temannya.
Berbeda dengan wanita yang biasa disebut dengan nama Joy, dalam pengakuannya, dirinya berbeda agency dengan ke enam rekannya, ia berasal dari agency lain yang dititipkan ke agency di Sanghyang, dan rencananya dirinya akan dijemput oleh agency nya di tanggal 30 Mei mendatang. "Kalau saya tidak bermasalah, pada tanggal 30 nanti akan dijemput oleh agency saya", Joy membenarkan adanya tekanan dari agency maupun dari pihak menejemen Hotel terhadap enam wanita lainnya. "Kalau ke enam wanita ini kabur atau meninggalkan tempat ini, maka imbas nya ke saya, pasti akan di marahi oleh mamih mereka". ujar Joy.
Saat kami menanyakan perlakuan pihak Hotel terhadap mereka, mereka menjawab bahwa selama ini mereka masih diperlakukan secara baik, dengan fasilitas terjamin.

Dalam konfirmasinya Sbo ke pihak menejemen Hotel Sanghyang, Muhdar selaku HRD membanteh adanya kejadian tersebut, dikatakan Muhdar, pihak manajemen hotel membuat kesepakatan dengan pihak agency adapun informasi itu diluar kewenangan dari pihak manajemen hotel sanghyang.

"ya itu mah diluar kewenangan kami (Sanghyang Resort.Red) toh kami kan hanya bekerjasama dan membuat perjanjian kontrak dengan pihak angency selama 3 bulan, mau itu libur puasa ataupun libur yang lainnya tidak ada ketentuan kontrak untuk libur" ujar Muhdar

"kalaupun pihak agency ini betul melarang karyawannya untuk tidak mendapatkan haknya untuk libur, maka kami akan bertindak dan memberikan sangsi administrasi dengan denda ataupun bisa saja kami untuk mencabut kontrak atas dasar menyepakati nilai-nila kontrak" tambah Muhdar

Saat SBO menghubungi Agency Wanita penghibur ini sangat sulit untuk dimintai keterangan terkait pelarangan keluar atas wanita-wanita yang dipekerjakannya, bahkan pihak Agency juga melarang untuk meliburkan pekerjanya. 

Lidya-Sbo





Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: