Seputarbaten.com - Cilegon, Achyadi Yusuf didampingi pemilik tanah baku pertama Ahyaudin.AR, yang berada di link.Periuk Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Jombang, kembali menegaskan persoalan sengketa kepemilikan tanah, yang di klaim oleh PT. Yestar Karya Utama ini, jika tidak kunjung ada penyelesaian, maka pihak Achyadi Yusuf akan menempuh jalur hukum. Senin 21/0517.
Mengikuti perkembangan kasus persengketaan tanah dan menjadi pemberitaan di beberapa media minggu lalu tentang pembongkaran paksa plang kepemilikan tanah ahyadi yusuf yang dilakuan oleh PT. Yestar Karya Utama, H.Achyadi Yusuf menyayangkan pihak kepolisian kota cilegon belum juga menindaklanjuti laporan pengaduan yang sudah satu tahun lebih berjalan, H.Achyadi Yusuf kembali mempertanyakan kepada pihak PT. Yestar Karya Utama dan menemui Lurah Sukmajaya yang pada saat itu menjabat.

"saya sudah melaporkan masalah ini kepihak kepolisian Cilegon dari satu tahun yang lalu, tetapi belum juga ada langkah yang mengarah kepada penyelesaian, saya menyadari dalam permasalahan sengketa lahan ini larinya ke hukum perdata, tetapi harusnya pihak kepolisian memproses pengaduan saya, baik ini larinya masalah ke hukum pidana ataupun ke perdata, akan tetapi proses hukum tetap harus berjalan jangan tekesan lambat seperti ini." ujar Achyadi

Dalam kesempatan yang sama Ahyaudin. AR, selaku baku pertama, menegaskan "Seharusnya, pihak-pihak terkait mengambil langkah-langkah penyelesaian, perangkat kelurahan, kepolisian ataupun Badan Pertanahan Negara (BPN) dengan cara bermusyawarah, agar ada titik temu untuk mencari penyelesaiannya", saat ditanya yang berhak untuk memediasikan sengketa ini Ahyaudin menjawab
"ya seharusnya pihak kepolisian memediasikan permasalahan ini dengan menghadirkan pejabat pemerintah yang berwenang, dan pihak perusahaan yang merasa sudah membeli tanah, sesuai atas nama yang ada disertifikat, yaitu H. Rahmatulloh dan pihak pelapor yang merasa dirugikan" ujar ahyaudin.
Disoal lebih lanjut Tony selaku orang kepercayaan untuk mengurus jual beli tanah yang kemudian menjadi sengketa ini, membuka kronologisnya, Ia tidak menyudutkan pihak PT. Yestar Karya Utama, "Menurut  saya PT.Yestar sama-sama menjadi korban, sebab pihak PT.Yestar sudah membeli tanah tersebut dari dan atas nama H. Rahmatulloh (Angg. DPRD Kota Cilegon) dan hal tersebut sudah disinyalir sejak pengurusan sertifikat tanah di BPN, yang dijelaskan bahwa tanah tersebut sudah bersertifikat atas nama H. Rahmatulloh, dan hal tersebut diakui sendiri oleh pak Haji Achayadi".

Sbo belum dapat mengkonfirmasi lebih lanjut terkait kasus persengketaan tanah ini, kepada Lurah yang pada saat itu menjabat atau kepihak kepolisian Kota Cilegon.

Lidya-Sbo

Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: