Seputarbanten.com - PT. Yestar Karya Utama, Melakukan Pembongkaran plang tanda kepemilikan atas tanah yang di klaim oleh pemilik, bahwa tanah tersebut masih sah kepemilikannya, pada hari Senin 15/05/2017.

Kasus pembongkaran plang tanda kepemilikan yang dilakukan oleh Perusahaan pengembang tersebut, sontak membuat terkejut H. Achyadi Yusuf selaku pemilik, hal tersebut ditegaskan kepada awak media siang tadi (16/05/17). "Ya saya merasa tidak terima dengan perlakuan dari pihak keamanan PT. Yestar, saya memasang plang tersebut dengan uang saya sendiri, dan secara hukum saya adalah pemilik sah, Plang itu dimaksudkan untuk memberi tanda batasan agar PT. Yestar  tidak melakukan aktifitas ditanah seluas 1225 m2". Ujar Mantan Calon Walikota Cilegon Periode yang lalu.
Pemilik tanah seluas 1225 m2 ini, merasa tidak dihargai oleh pihak perusahaan, dimana pihak pemilik tanah ini merasa belum pernah ada transaksi jual beli  antara pihaknya dengan PT. Yestar Karya Utama, sehingga pihaknya merasa perlu melakukan pematokan dengan memasang plang sebagai bukti kepemilikan yang didasari oleh AJB (akte jual beli) sehingga PT. Yestar tidak seharusnya membongkar plang yang dipasangnya.

H. Achyadi Yusuf juga menyayangkan pihak keamanan yang pada saat itu membongkar plangnya, yang konon atas intruksi dari Deni selaku  PM (project manager) PT. Yestar, dan meminta agar plang tersebut dikembalikan. Setidaknya ada 4 (empat) Plang kepemilikan yang di bongkar oleh PT. Yestar.

Pantauan seputarbanten.com dilokasi mendapati tulisan yang tertera dalam Plang tersebut ber atas namakan Achyadi Yusuf, dari H. Ahyaudin. AR  dan H. Sayuti sebagai baku pertamanya, dengan AJB No-962/PPAT-28/XII/1993 Luas tanah 225 M2, 
Plang atas nama Achyadi Yusuf dari Sumardi selaku baku pertama H. Ahyaudin. AR dengan AJB bernomor-418/PPAT-28/VI/1994 luas tanah 200 M2, 
Achyadi Yusuf dari H. Ahyaudin. AR baku pertama H. Sayuti AJB No-962/PPAT-28XII/1993 dengan luas tanah 400 M2, 
Plang atas nama Achyadi Yusuf dari Eko Winarsih baku pertama H. Ahyaudin.AR No AJB-874/PPAT-28/XI/1994 luas tanah 400 M2
Dalam pengakuannya H. Achyadi Yusuf, sudah membeli tanah tersebut dari beberapa pemilik yang hingga saat ini masih hidup, ada beberapa kapling dengan luas keseluruhannya adalah 1225 m2, berdasarkan AJB (Akte Jual Beli) yang ada. "Saya membeli tanah itu tidak sekaligus tetapi bertahap, dalam setiap transaksi jual beli tanah, saya lakukan dengan prosedur yang berlaku, dan selalu disaksikan oleh pihak Kelurahan dan Kecamatan setempat, bahkan dalam proses transaksinya ada beberapa AJB (Akte Jual Beli) yang diurus oleh pihak PPAT Kecamatan".

Mantan Calon Walikota Cilegon ini juga mengaku dirinya pernah mengurus surat-surat tanahnya ke BPN Cilegon agar bersertifikat, hanya saat itu diduga ada oknum staff kelurahan yang mencabut berkas pengajuan pembuatan sertifikat, "Saat itu, setelah AJB (Akte Jual Beli) selesai, kemudian saya mengurus ke BPN untuk pembuatan sertifikat tanah, akan tetapi berkas yang saya masukan malah dicabut oleh salah satu oknum staf kelurahan sukmajaya dari BPN, sehingga saya lanjutkan mengurus sendiri ke BPN, dari situ lah saya mengetahui kalau tanah seluas 1225 m2 itu sudah terbentuk sertifikat atas nama Rahmatulloh".

Pantauan seputarbanten.com, mendapati kasus persengketaan ini berawal terkait kepemilikan tanah tersebut, diketahui bermasalah antara H Achyadi Yusuf dengan PT. Yestar Karya Utama yang berada di Link Priuk kel sukmajaya kecamatan jombang menuai masalah yang belum kunjung selesai sesuai dengan pantauan seputarbanten.com permasalahan ini sudah dibicarakan dari tahun 2016 akhir dengan pihak kelurahan sukmajaya tetapi belum juga menemukan penyelesain. "Saya sebetulnya sudah meminta bantuan kepada pihak kelurahan dan kecamatan dikarenakan ada diwilayah lingkungannya, tetapi sampai saat ini belum juga ada penyelesaian yang pasti, sehingga saya pandang perlu untuk melakukan proses hukum, agar penegak hukum yang bertindak", ujar achyadi

Saat wartawati seputarbanten.com melakukan konfirmasi kepada PT. Yestar Karya Utama, tidak dapat ditemui dengan alasan kantornya berada dijakarta, sementara kantor yang berlokasi di Link Periuk, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Jombang adalah pihak kontaktornya.
Lid-SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: