Seputarbanten.com - Cilegon, Para Buruh PT ARTHA TEKNIK ABADI, menolak pemberian THR yang tidak sesuai dengan PP No 6 Tahun 2016, para buruh menandatangani penolakan THR yang diberikan oleh perusahaan yang bergerak dibidang Fabrikasi dan konstruksi baja. (15/06/2017)

Hal tersebut bersandarkan kepada ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, disebutkan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan karyawan atau buruh, wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih. Sementara pekerja/buruh yang bermasa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional, dengan menghitung jumlah bulan kerja dibagi 12 (dua belas) bulan dikali satu bulan upah.

Namun, bagi perusahaan yang telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja bersama (PKB) dan ternyata lebih baik dari ketentuan di atas, maka THR yang dibayarkan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

Penolakan tersebut bermula dari pernyataan yang disampaikan oleh para buruh PT ARTHA TEKNIK ABADI, “saya dan rekan-rekan pekerja tidak terima, jika THR kami tidak diberikan sesuai dengan PP yang berlaku, masa kerja kami sudah sembilan bulan, kalaupun pihak perusahaan memberikan kebijaksanaan THR, dengan hitungan masa kerja dikalikan satu bulan gajih di bagi 24 bulan, yang seharusnya dibagi 12 bulan, itu menurut kami tidak sesuai dengan peraturan presiden, masa kami harus diam saja dengan kebijakan yang perusahaan berikan kepada para pekerjanya”, ungkap buruh PT ARTHA TEKNIK ABADI,

Dalam keterangan yang didapat, konon persoalan ini sudah diadukan kepada Disnaker Kota Cilegon, “saya sangat kecewa dengan DISNAKER Kota Cilegon yang terkesan lamban dalam menyikapi pengaduan yang kami laporkan, malah semua rekan-rekan buruh sudah menandatangani penolakan THR yang diberikan oleh pihak menejemen, karena tidak sesuai dengan ketentuan PP tersebut” tambahnya.

Secara terpisah Lutfi sebagai aktifis serikat buruh sangat menyayangkan adanya permasalahan yang di alami oleh rekan-rekan pekerja/buruh di PT. ARTHA TEKNIK ABADI, jika itu terbukti maka jelas merupakan pelanggaran PP No 6 Thn 2016. 
“Iu sudah ada ketentuannya, pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus atau lebih. THR tersebut diberikan satu kali dalam satu tahun”. Ucap aktifis ini.

Ditambahkan Lutfi, “seharusnya pihak buruh melaporkan permasalahan ini ke DISNAKER Kota Cilegon kalau pun pihak DISNAKER tidak merespon, maka hal tersebut bisa ditempuh melalui jalur hukum toh PP nya sudah jelas, bisa saja hal itu dilaporkan ke BLH”, ujar lutfi dengan tegas.

Dalam permasalahan ini butuh peranan fungsi kontrol dari pihak dinas ketenaga kerjaan kota Cilegon terkait indikasi pelanggaran yang dilakuan oleh pihak PT ARTHA TEKNK ABADI agar adanya peneguran atau sanksi yang diberlakukan kepada perusahaan tersebut, sebagaimana dinyatakan oleh buruh yang lain yang bekerja ditempat yang sama.

Lidya - SBO

Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: