Seputarbanten.com – Cilegon, H. Bahri Syamsu Arief, selain dikenal politisi PAN juga merupakan Tokoh Ulama, menyatakan Keprihatinannya, serta mengajak kepada umat Islam dikota Cilegon agar tidak membeli daging dipasar, sampai ada klarifikasi yang menyatakan bahwa daging yang dijual dipasar Kranggot sudah tidak lagi bercampur dengan daging Babi yang disampaikan oleh Pemerintah. (16/06/17)

Himbauan tersebut bermula dari surat pemberitahuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Nomor 324.3/835/PKH tertanggal 12 Juni 2017 yang menyebutkan adanya sampel daging sapi di Pasar Kranggot yang mengandung spesies babi. Keluarnya surat pemberitahuan tersebut setelah dilakukannya pengujian daging sapi di Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang oleh Balai Pelayanan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Provinsi Banten menyusul ditemukannya daging sapi yang dicampur dengan daging babi.

H. Bahri Syamsu Arief secara khusus memberikan tanggapannya kepada SBO, dan menyampaikan keprihatinannya, “ Saya nyatakan keprihatinan saya, kok bisa di cilegon bisa sampai terjadi seperti itu, karenanya harus ditindak sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku dan hal itu jangan dianggap sepele, itu kejahatan besar, Babi itu jelas diharamkan dalam Alqur’an bukan ulama Fiqih yang mengharamkan tapi Allah lah yang mengharamkannya”, dan itu masuk pada kategori penistaan agama tegas salah satu politisi senior Partai PAN dikota Cilegon.

Lebih lanjut untuk menyikapi persoalan ini, Politisi PAN dikota Cilegon ini, mengajak agar mulai hari ini menghentikan membeli daging dipasar kranggot, sampai ada klarifikasi dari dinas pasar, yang menyatakan daging tersebut sudah dinyatakan halal atau tidak ada oplosan dengan daging babi”. Ungkap H. Bahri.

"Saya juga mengapresiasi kinerja Balai Pelayanan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Provinsi Banten, yang sudah menyampaikan hasil uji lab nya, untuk itu pihaknya meminta ketegasaan Dinas-dinas terkait untuk menindak pelaku atau pemasok daging tersebut, dengan mengusut tuntas agar tidak meresahkan umat islam khususnya dikota Cilegon", Ungkap H.Bahri menambahkan.
"ini jelas harus ditertibkan dan ditindak tegas, penjual pasti tahu apa yang dijualnya (daging babi atau sapi). Ini jangan dianggap enteng, ini persoalan sangat sensitif dalam agama kita. Bisa menyinggung perasaan ummat Islam di kota Cilegon dan aparat harus tegas menyikapi persoalan ini, Dan harus selalu diawasi oleh dinas terkait", tandas H.Bahri Syamsu Arief yang juga sebagai termasuk Tokoh Ulama diwilayah Kota Cilegon.

Redaksi - SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: