Seputarbanten.com - Pantauan di hari pertama di bukanya PPDB, setiap SMA SMK di Kota Serang pada pukul 07:30 sudah banyak wali murid yang berdatangan, untuk memdaftarkan anaknya sekolah.Hari pertama dalam Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) tingkat SMA SMK membuat masyarakat Kota Serang menjadi bingung. Karena dalam PPDB di 2017 di lakukan secara online, secara umum masyarakat tidak mengerti, hal ini ditengarai akibat kurang sosialisasi dalam tatacara pendaftaran siswa baru dengan system online. Sekolah SMA SMK di Kota Serang pun ramai-ramai diprotes wali murid bahwa web tersebut tidak dapat di buka, Selasa(6/6).

Kemudian setelah itu, pihak SMA SMK yang berada di Kota Serang mengarahkan dan memberitahukan sistem PPDB sendiri dilakukan secara online dengan cara membuka web Dindik.bantenprov.go.id/PPDB.  Tidak berselang lama para wali murid bersama anaknya langsung menuju warnet yang terdekat,itu terjadi sekitar pukul 08:30 Wib. Tidak berselang lama pada pukul 09:00, hampir setiap sekolah SMA SMK di Kota Serang pun kembali menjadi ramai, mereka memprotes bahwa web tersebut tidak dapat di buka.

Salah satu wali murid, Susi mengatakan, bahwa dirinya datang ke SMAN 4 Kota Serang karena ingin mendaftarkan anaknya bernama Dita Oktaviani untuk bersekolah ke tingkat SMA. "Kok malah ribet begini, waktu jaman tetehnya sekolah mah ga begini. Saya disuruh ke warnet dulu lah, daftar lewat online. Nanti abis itu di print kertas pendaftaranya. Tapi saya sudah ke warnet, dan tidak bisa di buka. Kalau kata mamang warnetnya mah severnya lagi eror ini," kata ibu Susi kepada Seputarbanten.com saat ditemui di gerbang sekolah.

Sementara itu, Wali murid lainya, Yudi menyayangkan, pelayanan PPDB di SMAN 5 Kota Serang yang begitu ribet dan sulit. "Udah dibuat bolak balik kewarnet lagi. Mau masukin anak ke sekolah saja ribet," ungkapnya.

Akhirnya setelah menunggu selama 1 jam lebih, PPDB tingkat SMA SMK di Kota Serang dilakukan secara Offline dan itu pada pukul 10:30 Wib.

Itu keputusan mendadak dari Dindikbud Banten, sampai selesainya di perbaiki server Dindikbud Banten sendiri, Hal tersebut di sampaikan oleh Kasi Saspras, Bagian SMA SMK, Dindikbud Banten, Teddy Hendra kepada Seputarbanten.com melalui sambungan telpon.

Lanjut Teddy, keputusan dadakan tersebut berdasaran perintah Kadindikbud Banten, Engkos Kosasih. Supaya pelayanan PPDB bisa berjalan lancar. "Jadi dari pembukaan pada tanggal 6 ini sampai tanggal 9 Juni PPDB dilakukan secara Ofline. Setelahnya pihak sekolah lah yang memasukan data setiap murid yang mendaftar secara Online, tapi hingga menunggu server selesai di perbaiki," terangnya.

Kemudian pada saat ditanya jumlah siswa, Teddy mengakui, tidak begitu pasti mengetahui jumlah yang mendaftarkan secara ofline pada sekarang. "Kalau pingin jelas datanya silahkan hubungin Kabid SMA SMK Dindikbud Banten," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid SMA SMK, Dindikbud Banten, Aep Junaedi mengaku sedang ada rapat, belum dapat memberikan data hasil PPDB pada sekarang. "Tidak bisa sekarang mas, karena saya sedang ada rapat," ungkapnya.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum, SMAN 5 Kota Serang Sri mengatakan, untuk sistem PPDB yang dilakukan hari pertama, mengalami masalah dari website yang tidak dapat diakses calon siswa baru yang ingin mendaftar. "Tadi baru 4 calon siswa yang bisa di verifikasi. Sisanya tiba-tiba webnya rusak dan tak dapat di akses," kata Sri saat ditemui di SMAN 5 Kota Serang.

Lanjut Sri, sisa calon siswa yang mendaftar terpaksa hanya memberikan pernyataan kepada orangtua bersama siswanya untuk bersabar. Banyak juga orangtua yang meminta penjelasan. "Karena ini merupakan launching pertama program dari Dindikbud Banten," ujarnya.

Dia menjelaskan, akhirnya PPDB pun dilakukan secara Offline, dan hanya 80 siswa dalam sehari ini yang diterima terdaftar di SMAN 5 Kota Serang, yang seharusnya per hari 100 kuota. Namun dengan problem yang ada makanya kuota di batasi. "Sebenarnya lebih enak online, memasyarakat tidak berdesak-desakan. Jika manual pasti membludak. Sebenarnya lebih menghemat waktu dan biaya, namun sisi negatifnya siswa belum siap dengan online," tegasnya.

"Bila komputer server mengalami kerusakan (gangguan) secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan, jadi apabila seluruh jaringan tidak berfungsi berartyi terjadi gangguan atau kerusakan pada server. Atau saat terjadi di komputer worktation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehinggga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan". Dari keterangan teknisi yang menjadi narasumber SBO, "secara teknis gangguan server tersebut bisa mungkin disebabkanoleh adanya kerusakan hardware dari komputer server itu sendiri", ungkapnya.

Sementara itu, Humas SMKN 1 Kota Serang, Asep Tatang mengatakan, padahal waktu memakai server sekolah pada PPDB tahun lalu berjalan lancar. "Tapi hari pertama memakai server Dindikbud Banten langsung gangguan. Makanya kita pun siap kalau harus memakai server sekolah sendiri, dari pada manual malah bikin ribet," tandasnya.

(Red).
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: