Seputarbanten.com – Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon yang belum lama ini telah meluncurkan program Dana Pembangunan Wilayah (DPW) Kelurahan, melalui Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 34 tahun 2015, tentang DPW Kelurahan, dalam rangka mengoptimalkan peran pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Terbitnya Perwal ini merupakan  respon dari  pasal 230 UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, mengalokasikan anggaran dalam APBD kabupaten/kota untuk pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Pantauan SBO di Kelurahan Grogol mendapati beberapa kejanggalan dalam pelaksanannya,  kelompok kerja masyarakat (POKMAS) yang dibentuk oleh kelurahan ini, Dalam temuannya tidak didapati pemasangan papan nama proyek, seperti yang dijelaskan  dalam Permen PU 29/2006, Papan Pengumuman dan Peringatan adalah papan yang berisi informasi kepada masyarakat yang merupakan salah satu upaya memberi sosialisasi tentang Petunjuk Teknis Membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kegiatan membangun dan pemanfaatan bangunan sesuai ketentuan.

Adanya indikasi mark up nilai anggaran pekerjaan di linkungan Ciora Jaya kelurahan Grogol kecamatan Grogol. Indikasi kejanggalan anggaran tersebut, dinilai tidak wajar, di lihat dari nilai anggaran dan  volume pekerjaan yang tidak sebanding.

Disampaikan Abdul Karim turunnya anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah kota Cilegon ditermin pertama ini sekitar 300 jt, kemudian anggaran tersebut dipergunakan untuk pembangunan pemasangan paving blok sepanjang 575X1 meter di lingkungan Ciore jaya, kedua dilinkungan Cipinang hilir pemasangan paving blok 300X2 meter, dan Cipinang Atas, untuk pembuatan tanda penahan tanah (TPT) sepanjang 116 meter.  (06/06/2017).

“Iya pekerjaan ditermin pertama ini kita lakukan pengkerjaan di 3 titik di Ciore Jaya, Cipinang Atas, dan Cipinang hilir, adapun anggaran yang kita terima langsung dari pemerintah melalui rekening POKMAS itu kisaran Rp. 300 jt” Jelas Abdul Karim.

Lebih lanjut Ketua POKMAS Kelurahan Grogol,  Proyek pekerjaan di Ciore Jaya menggunakan anggaran kisaran Rp. 140 jt,  di Cipinang hilir dengan menggunakan anggaran kisaran Rp. 101 jt dan kemudian di Cipinang Atas kisaran Rp. 60 jt”, ujar karim

Dalam pernyataannya Abdul Karim, bahwa Material yang dibeli Pihak pengadaan barang sudah sesuai dengan standar, “Adapun material yang dibeli oleh pihak pengadaan Kelompok Kerja Masyarakat Grogol itu sudah sesuai standar dari pemerintah kota cilegon, baik material paving blok ataupun material yang lainnya, malah saya pesennya juga paving blok yang No satu yang paling bagus”, ujar karim dengan nada ragu.

Indikasi adanya Mark Up atau mengurangi kualitas dalam pekejaan tersebut,  adalah Paving Block yang jauh dibawah standar yang ditetapkan atau tidak mengacu kepada standar  SNI   03-0691-1996, atau paling tidak, standar Paving Bock yang biasa digunakan oleh pekerjaan Pemerintah kota Cilegon adalah mengacu kepada produk dari Hollywood, Dalam konfirmasi wartawati SBO, kepada salah satu warga yang juga secara kebetulan adalah pernah menjabat sebagai pengawas BKM, “Setahu saya selama menjadi pengawas di BKM, contoh Paving Blok yang dibawa mba ini sangat jauh dari kualitas standar yang biasa BKM gunakan, yaitu dari produk Hollywood, kalau melihat fisik contoh yang di bawa ini dengan KW 3 nya dari Hollywood saja masih sangat jauh, sebab Paving blok yang ini sangat mudah rapuh, jangankan dengan benda keras dengan tangan saja sudah bisa remuk”, ungkapnya sambil mempraktekan Paving Blok contoh yang diperoleh dari lokasi pekerjaan ini mudah merepul (dalam bahasa jawa) atau mudah hancur.

Senada dengan mantan Ketua BKM, sebut saja Muhtar salah satu tukang bangunan yang biasa mengerjakan pekerjaan pemasangan Paving Block, membenarkan bahwa Paving Block yang wartawati SBO tunjukan adalah Paving Block dengan harga yang murah dan sangat jelek kualitasnya, “Saya jadi tukang bangunan sudah belasan tahun, jadi tau Paving Block mana yang bagus dan yang jelek”, tegasnya.

Adanya indikasi mark up atau pengurangan kualtas pekerjaan Paving Block yang tengah dikerjakan oleh POKMAS Grogol, pelunya perhatian dan pengawasan, tentunya kita berharap agar pembangunan yang dicanagkan pemerintah kota cilegon dapat bertahan lama dan awet, jikapun terbukti Produk Paving Block yang tidak sesuai maka dapat disimpulkan adanya Mark Up pembelian material, dugaan adanya mark up ini setelah dikonsultasikan dengan salah satu anggota kepolisian Polres kota Cilegon, jika terbukti maka menurutnya adalah jelas masuk dalam kategori pidana korupsi.

Pada saat dikonfirmasikan kepada Ma’rufi selaku kepala kelurahan Grogol melalui telponnya, beliau menjawab agar dibicarakan saja langsung dengan Pokmas nya.

Tim Redaksi - SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: