Seputarbanten.com – Cilegon, Penarikan unit kendaraan kredit yang mengalami tunggakan semakin marak terjadi, bahkan tanpa basa-basi para Debt Collector menarik unit kendaraan dari nasabahnya dijalan, yang tentunya dianggap tidak adil bagi pihak konsumen yang telah mencicil kendaraannya sekian lama, seperti yang dialami oleh Ecin selaku konsumen yang mengalami tunggakan cicilan kendaraannya, karena faktor pendapatan dagangannya yang sedang mengalami penurunan, Sabtu (22/07/17).

Ecin salah satu konsumen finance yang menjadi korban penarikan kendaraan oleh Debt Collector FIF, mengaku sangat Shock dan membuat mentalnya menjadi menurun, sehingga dalam mencari nafkah pun menjadi terhambat. “iya mba saya sangat shok melihat anak saya didatengin 4 (Empat) orang laki-laki disekitaran PCI (Pondok Cilegon Indah) menarik kendaraan motor saya yang sedang dipake anak saya untuk usaha,dengan cara paksa menurut anak saya 4 orang itu adalah debt collector dari FIF, saya memang sudah menunggak 3 bulan belum bayar”, ujar Ecin berkisah dengan berurai air mata.

Ecin pun menambahakan dalam pengambilan unit kendaraan roda duannya pihak debt collector tidak menunjukan BSTK (Biaya Surat Tarik Kendaraan) dan surat tugas dari pihak Finance FIF. “Saya kaget mba ketika anak saya pulang jalan kaki, yang sangat saya sayangkan pada saat penarikan pihak debt collector leasing FIF tidak dapat menunjukan Biaya Surat Tarik Kendaraan, tidak berselang lama datang salahsatu pihak yang menarik kendaraan saya, memberikan surat tugas dan BSTK, itupun tidak saya tandatanggani”, tambah Ecin.

Pantauan SBO, kejadian penarikan atas unit kendaraan yang mengalami tunggakan juga ternyata dialami oleh banyak konsumen lainnya, setelah hal ini SBO minta pendapatnya kepada salah satu praktisi Hukum dikota Cilegon, H. Muhibudin SH, memberikan tanggapannya.

Dalam penjelasan H. Muhibudin, SH, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan, kemudian kasus akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan yang tidak bisa dilunai tersebut. Dengan demikian, kendaraan akan dilelang oleh pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada konsumen.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yg dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012 Menurut Undang-undang No 42 Tahun 1999, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dgn dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dlm penguasaan pihak yg mengalihkan Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut.

”Hal tersebut sedah katagori perampasan dan seharusnya pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia, kemudian pihak lesing pun tidak bisa serta merta menarik unit kendaraan jika tanpa hasil keputusan pengadilan hal itu sudah jelas tertera di dalam Undang-Undang Fidusia dan jika hal itu dilanggar maka sudah jelas untuk perusahaan pembiayan (Finance) akan dikenakan sangsi administrasi dan sangsi hukum pidana” ujar H. Muhibudin dengan tegas.

Tindakan Leasing melalui Debt Collector/Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana pencurian. Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana perampasan. Mereka para debt collector bisa dijerat dengan Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4 junto.

“Jika kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia dan sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda jika tetap ditarik atau dirampas ditengah jalan itu sudah jelas akan dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4 junto”, Ungkap H. Muhibudin, SH menjelaskan.

Diakhir pembicaraannya H. Muhibudin, SH menyarankan, jika konsumen merasa dirugikan dengan melihat kejanggalan prosedur yang tidak sesuai dengan undang-undang Fidusia, maka bisa saja hal itu dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

Lid/Supri/SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: