Laporan Jurnalis Supriyadi
Seputarbanten.com - Cilegon, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Al-Khairiyah menuntut penjelasan dan mempertanyakan akuntabilitas public PT. Krakatau Steel, atas keluarnya ribuan ton besi Skrap yang merupakan bahan baku baja yang diproduksi oleh PT. Krakatau Steel. Hal tersebut ditegaskan oleh Ibrohim Aswadi dalam jumpa pers nya, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah 24 Truck Trailler, yang dilakukan oleh Tim Saber Kepolisian Daerah Banten, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Lembaga Komunitas Pemantau Korupsi (LKPK), pada jumat sore 22/07/17.

Pernyataan kejanggalan DPP Garda Al-Khairiyah yang disampaikan oleh Ibrohim Aswadi ini patut dipertanyakan, sebab menurutnya PT. Krakatau Steel merupakan perusahaan BUMN, “Regulasi dan pengelolaan atau pengeluaran asset yang begitu  ketat  dan tidak bisa sembarangan”, ungkap tokoh Al-Khairiyah ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Komunitas Pemantau Koupsi, James membenarkan bahwa keluarnya besi skrap milik PT. Krakatau Steel itu adalah penggelapan, yang dianggapnya merupakan penjualan asset Negara tanpa melalui proses lelang, yang kemudian dilaporkannya kepada Kepolisian Daerah Banten.

“Kami komunitas pemantau korupsi melakukan kerjasama dengan melaporkan dugaan tindak korupsi kepada pihak kepolisian. Karena dari laporan masyarakat ada indikasi penjualan asset negara berupa besi skrap tanpa melalui proses lelang,” ungkap James.

Terkait hal ini DPP Garda Al-Khairiyah berencana akan segera mengirimkan surat audensi ke pihak PT Krakatau steel  dan kementrian  BUMN, yang dianggap memiliki otoritas atas seluruh  BUMN yang ada termasuk PT. Krakatau Steel, tujuannya tidak lain adalah untuk menuntut kejelasan dan transparansi atas kejadian tersebut.

“Kita akan ajukan surat Audiensi, dan pihak PT. Krakatau Steel harus bisa menjelaskan kejadian ini secara detail dan logis sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku”, ungkap Ibrohim dengan lugas.

Supri/SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: