Seputarbanten.com – Kabupaten Serang, Kepala Desa Talagawarna terindikasi memangkas anggaran pembangunan Desa, mencapai sekitar 28%, dari nilai anggaran sebesar Rp. 412.000.000, indikasi tersebut menyebabkan pembangunan di desa Talagawarna tidak memiliki kualitas yang baik, Hal tersebut terungkap dari informasi beberapa warga masyarakat Talagawarna. (04/07/17).

Dalam wawancara antara wartawati SBO dan masyarakat Talagawarna Kecamatan Pabuaran, dikatakan oleh sumber,  telah turun anggaran di termin pertama ini, senilai Empat ratus dua belas juta rupiah, yang juga menyampaikan adanya anggaran yang dipangkas oleh kepala desa secara langsung senilai seratus dua belas juta rupiah (112.000.000), dan sisanya sejumlah Rp. 300.000.000, anggaran tersebut di pergunakan untuk pembangunan fisik desa.
“Anggaran ditermin pertama turun sekitar Rp. 412.000.000, kemudian dipotong secara langsung oleh Kades senilai Rp. 112.000.000 dan sisanya Rp. 300.000.000 dengan potongan pajak senilai Rp. 48.000.000, dan sisanya digunakan untuk pembangunan fisik desa yang sudah dilakukan, sebanyak 7 titik, Dari anggaran yang telah keluar ditermin pertama itu, seluruh staff desa hanya diberikan uang masing-masing senilai Rp. 900.000 oleh kepala desa, itu pun dari anggaran yang Rp. 300.000.000.” ujarnya

Dalam pemaparannya, dikatakan bahwa kegagalan pembangunan fisik tersebut sudah tentu diakibatkan dari anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan anggaran yang dibutuhkan, yang di indikasi ada pemangkasan dana oleh Kades sehingga menyebabkan pembangunan di desa Talagawarna tidak memiliki kualitas yang baik, sebagaimana disampaikan oleh sumber.
“Adanya anggaran yang dipangkas begitu besar, maka kwalitasnya pun akan sangat tidak layak alias buruk, yang tentunya hasil dari pembangunannya tidak akan bertahan lama dinikmati oleh masyarakat, lagi pula banyak masyarakat yang menyaksikannya, untuk matrial adukan semen saja dicampur dengan tanah dan belum lagi jumlah pembelian matrial lainnya yang tidak sesuai standar ketentuan” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu Rahmat selaku Kepala Desa Talagawarna, yang coba kami temui dikantornya, sedang tidak berada dikantornya, yang kemudian dikonfirmasi melalui telfon selulernya, dirinya membantah, terkait dengan pekerjaan pembangunan fisik Desa Talagawarna yang tidak sesuai dengan spek dan menyalahi RAB, dengan indikasinya disebabkan adanya pemangkasan dana desa tersebut tidak benar, 
“ah ga bener itu neng informasi itu, itu berita bohong dan kalau berita bohong jangan dipublikasiin dan pembangunan fisik itu udah sesuai dengan prosedurnya dan saya pun ga berani jika harus menyalahi aturan toh tidak ada manusia yang kebal hokum, makanya saya ga mungkin melakukan hal tersebut.” ujarnya dengan nada lemah lembut.

SBO-Team
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: