Seputarbanten.com – Malingping Lebak, Tenaga medis di wilayah Puskesmas Malingping, mempertanyakan dari realisasi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Ganti Uang (GU) Puskesmas Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Pasalnya penggunaan dana kesehatan tahun 2017 itu diduga tidak jelas penggunaannya, atau bahkan ada dugaan penyimpangan penggunaan dana tersebut. Seperti yang dikeluhkan oleh salahsatu pegawai medis yang meminta namanya dirahasiakan, kepada SBO, Jumat (28/04/17).

Menurut informasinya, konon penyimpangan tersebut diperkuat dengan adanya sejumlah kegiatan puskesmas yang tidak sesuai Plan of Action (POA) BOK, kemudian penyaluran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta penggunaan anggaran GU Puskesmas Malingping tahun 2017. Demikian diungkapkan oleh salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Malingping yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada seputarbanten.com yang sedang bertandang ke Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak,
"Saya selaku petugas kesehatan Puskesmas Malingping merasa penyaluran dana BOK, JKN dan penggunaan anggaran GU tidak tepat sasaran, malah untuk dana GU itu sendiri banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan fungsinya”, jelasnya dengan singkat.

Dijelaskan menurut dari keterangan sumber SBO, kejanggalan dalam penggunaan dana tersebut kemudian menjadi celah bagi oknum tertentu yang kemudian melakukan indikasi pemanfaatan. “Bahkan dengan adanya celah ini, beberapa oknum LSM menjadikannya sebagai ATM berjalan”, Ucap sumber SBO.

Sementara dilain hari Kepala Puskesmas Malingping, H.Yayat Hidayat yang ditemui wartawati seputarbanten.com, tepatnya pada Hari Selasa sore, (18/07/17) dikediamannya menjelaskan bahwa informasi itu tidaklah benar.
“tidak benar informasi itu, penggunaan anggaran GU sudah sesuai dengan kebutuhan yang menjadi prioritas kami, ada pun jumlah dana GU yang kita terima per dua bulan sekali dengan anggaran perbulannya kisaran tiga juta kalau tidak salah”, ujar yayat dengan nada ragu.

Disela-sela perbincangannya, Yayat Hidayat tidak tahu secara persis berapa nilai anggaran yang diturunkan oleh pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat,  yang kemudian Yayat Hidayat menawarkan kepada SBO untuk datang kembali dikantor puskesmas, “Silahkan datang aja kekantor, agar data pelaporannya bisa kami tunjukan, sekalian bendahara pun bisa menjelaskan tentang penggunaan anggaran tersebut”, tambah yayat dengan nada tegas
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: