Laporan Jurnalis Lidya Sbo

Seputarbanten.com – Banjarsari Labak Banten,  Ditengah upaya pemerintah yang saat ini, sedang menyerukan untuk pemberantasan pungli atau pungutan liar, bahkan kemudian terbentuknya Tim Saber Pungli, namun apakah praktik pungutan liar itu masih tetap ada, belum lama ini, Aji menduga Kepala Desa Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari Kab Lebak, melakukan upaya pungli dalam transaksi jual beli tanah yang akan dilakukannya diwilayah Saketi - Malingping km 39 Banjarsari lebak banten, transaksi pun terancam gagal hanya karena Kepala Desa Bojongjuruh meminta dana senilai Rp. 50.000.000.- secara paksa terhadap Andre. (18/07/17).

Dugaan tersebut cukup beralasan, sebab menurut Aji (saudara Andre) yang pada saat itu menyaksikan proses penawaran jual beli yang dilakukan oleh Andre dan penjual tanah, menurutnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 37 tahun 1998 tentang jabatan PPAT pasal 32, mengatur soal uang jasa honorarium tidak boleh melebihi 1 persen dari harga transaksi. Pihaknya juga menyayangan adanya permintaan dari Kepala Desa yang meminta dana terkesan memaksa terhadap calon pembeli (andre) sebesar 50 juta.

“Saya merasa keberatan dengan adanya permintaan sebesar itu, apalagi terkesan memaksa dan biaya yang dibebankan itu tidak sesuai dengan aturan yang ada, jika biaya-biaya lain yang dibebankan tanpa ada landasan yang jelas maka bisa saja itu masuk dalam kategori pungli, apalagi dalam transaksi ini melalui Notaris”, Tegas Aji

“selaku pembeli saya hanya akan mengeluarkan biaya yang normative saja diluar itu seikhlasnya, sayapun tentu mengerti, apalagi kita sama-sama orang lapangan”, Aji berkilah.

Nada kekecewaan Aji yang disampaikan kepada SBO, bahwa kepala desa selaku aparatur pemerintah yang dipilih langsung oleh masyarakat jangan betindak seperti itu, yang dianggapnya hanya akan menjadi beban bagi masyarakat itu sendiri.

“Jika memang benar apa yang disampaikan oleh Kepala Desa kepada saya, bahwa sudah menjadi kebiasaan dalam setiap transaksi jual beli tanah dikenakan biaya sebesar 10 % dari nilai harga tanah, maka itu sudah bukan lagi masuk dalam kategori percaloaan, dan itu upaya pungli, kalaupun mau mememinta hasil untuk bisa sama-sama mencicipi, seharusnya jangan sampai ditarget nyampe 10%, tapi harusnya menerima keiklasan dari pihak penjual ataupun pihak pembeli”, terang Aji

Secara terpisah, H. Sukmajaya selaku Kepala Desa Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari, yang pada saat dikunjungi oleh SBO dikantornya, sepi dari para pegawai yang seharusnya berada dikantornya pada saat jam kerja, dan kemudian Harus menunggu kedatangan Kepala Desa ber jam-jam Lamanya, dalam pernyataannya H. Sukmajaya pun mengelak dari tudingan dugaan yang dikeluhkan Aji kepadanya.

“Saya engga pernah mba meminta kisaran 50 juta nominalnya, ataupun 10 % dari harga kesepakatan jual beli tanah antara penjual dan pembeli, adapun yang saya sampaikan hanya meminta secara basa basi saja, dan itupun juga seikhlasnya saja tidak mematok nominal rupiahnya, itu pun jika ada ya diterima, tapi kalau tidak dikasih ya ga maksa”, ungkap H. Sukmajaya.

Lidya-SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: