Seputarbanten.com – Cilegon, PT. Krakatau Bandar Samudera mengklaim merasa telah dirugikan oleh  PT. Korindo Jasa Petra (KJP) yang sejak dua tahun lalu belum membayarkan tagihannya kepada PT. Krakatau Bandar Samudera, senilai kurang lebih 1038.000 U$ (Rp 14 Milyar). Tagihan ini berdasarkan perjanjian kontrak yang dilakukan oleh PT. KJP yang telah menggunakan pelayanan penyandaran kapal Arco Ardjuna di pelabuhan milik anak perusahaan PT Krakatau Steel pada 14-01-2015, dengan penambahan waktu 2 kali addendum, sehingga jumlah keseluruhan hari kerjanya selama 288 hari.

Hal itu ditegaskan oleh kuasa hukum PT. KBS H.Muhibudin.SH kepada kepada SBO,Selasa (25/07) terkait kontrak kerjasama yang dilakukan antara PT. Korindo Jasa Petra dengan PT. Krakatau Bandar Samudra, tersangkut masalah yang belum kunjung selesai sehingga dalam hal ini pihak PT. Krakatau Bandar Samudra merasa dirugikan oleh Pihak konsorsium (PT. KJP). Yang seharusnya PT. KJP segera menyelesaikan sisa tagihannya sekitar 1038.000 U$ (Rp 14 Milyar) dan biaya penggunaan jaminan fasilitas senilai Rp 521.918.958.

Diketahui PT. Korindo Jasa Petra (KJP) didalam kontrak kerjasamanya mengajukan 60 hari akan tetapi pihak PT. Korindo Jasa Petra (KJP) mengajukan Adendum sebanyak 2 kali dengan total selama 288 hari dengan nilai kontrak perharinya sebesar 6000 U$/Harinya, diluar dari fasilitas yang disediakan oleh pihak PT. KBS.

Sementara ditemui terpisah,Dirut PT. KBS Tono Sapoetro,  menjelaskan, “Sampai jatuh temponya PT. Korindo belum juga membayar, melihat ini menyangkut kepentingan Negara dan kemudian PT. Trans Kontinental selaku Lead Konsorsium, menjamin pembayaran PT. Korindo maka saat itu kami lepaskan Kapal Arco Ardjuna, Namun demikian untuk menghindari temuaan audit BPK, maka saat itu harus ada record dari notaris, sebagai bukti pelaporan bahwa PT. Korindo belum membayarkan tagihan tersebut”, Tegas Tono Sapoetra.

Terkait hal tersebut PT. KBS kemudian melakukan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri (PN) Serang yang dimenangkan oleh PT. KBS. Putusan pengadilan PT. Korindo berkewajiban membayarkan sisa tagihan sebesar 1038.000 U$ (Rp 14 Milyar) serta biaya penggunaan jaminan fasilitas senilai Rp 521.918.958,-  kepada PT. KBS, yang diketahui bahwa PT. PHE (Pertamina Hulu Energi) selaku owner dari kapal Arco Ardjuna sudah memberikan anggaran kepada PT. Trans Kontinental selaku penjamin tagihan dari PT. Korindo,  untuk kemudian melunasi pembayarannya kepada PT. KBS.


“Seharusnya PT. Korindo Jasa Petra segera membayarkannya, jangan dipendam anggarannya yang menurut PT. PHE (Pertamina Hulu Energi), sudah menurunkan anggaran kepada PT. Trans Kontinental untuk membayarkan kepada PT. KBS akan tetapi sampai saat ini dari  PT. Trans Kontinental ataupun PT. Korindo Jasa Petra belum juga ada etikad baik untuk melunasi sisa pembayaran yang belum diselesaikan, sesuai dengan nominal yang ada didalam kontrak.” ujar Tono Saputro

Tim Redaksi-SBO
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: