SBO, Cilegon - Rencana aksi demo yang akan dilakukan Lembaga Pengawasan Pendidikan, Cilegon Education Watch (CEW) pada dinas pendidikan (Dindik) Kota Cilegon pada Kamis 19 Juli 2018 mendatang, rencana tersebut akhirnya dibatalkan

Hal tersebut dikarnakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muhtar Gojali, bersama salah satu anggota Dewan Dari Partai Nasdem,  Erik Rabiin, pagi, menemui ketua CEW, Deni Juweni Dikantornya di perumahan metro-Cilegon.(16/7/18)

Dalam pertemuan tersebut, Ketua umum CEW yang akrab disapa Kang Juweni, mengatakan pihaknya menuntut agar Dindik mengkaji ulang sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan sistem online, karna setelahnya banyak menuai permasalahan kepada masyarakat.

"CEW banyak menerima laporan dari masyarakat, terkait penerimaan siswa baru tahun ajaran 2018, dari persoalan rusaknya sistem online, sistem Zonanisasi hingga adanya dugaan pungli dalam proses penerimaan siswa tersebut," katanya

Lebih lanjut Kang Jen, Memaparkan karna sistem online dan Zonanisasi tersebut, banyak siswa berprestasi yang tidak lulus disekolah negri

"Dengan adanya sistem penghitungan nilai berdasarkan zona, banyak siswa yang berprestasi tidak lulus di sekolah yang di inginkan mereka, dan ini membuat kami lembaga CEW, mendesak agar dindik tidak lagi menggunakan sistem zona tersebut," paparnya

Seusai pertemuan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muhtar Gojali, Mengegaskan bahwa persolan tersebut hanya mis komunikasi saja, sesungguhnya Dinas Pendidikan Kota Cilegon telah melakukan upaya solusi terkait PPDB.

"Ini hanya mis komunikasi saja, Sesungguhnya dari awal saya sudah melakukan upaya, seperti kerusakan sistem online kita langsung ambil sikap dengan mengembalikan ke sekolah, dan juga dindik juga sejak tahun 2017 telah menolak SK menteri tentang Zonanisasi, persoalan dengan Lembaga CEW hanya mis komunikasi saja, dan dindik berjanji akan menerima masukan dariasyarakat," tegasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Anggota DPRD Kota Cilegon, Erik Rabiin, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan, terkait sistem Zonanisasi, pemerintah tengah menyiapkan sekolah mantap

"Terkait sistem Zonanisasi, saati kita tengah menciptakan sekolah mantap, seperti SMPN 1 dan 2, yang bertujuan untuk menciptakan siswa yang memiliki kepintaran yang luar biasa," akunya.(Dewan)

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: