Sbo- Tidak ada itikad baik dari PT. NS Bluescope Indonesia (NBSI), yang berada di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), paska aksi unjuk rasa (Unras), yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banten Monitoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP), pada 12 Maret 2018 lalu.

Akhirnya LSM-BMPP kembali akan melakukan aksi unras, menuntut Bluescope untuk berkomitmen dengan janji yang telah disepakati, PT NBSI memberikan kesempatan kepada LSM-BMPP untuk mendapatkan peluang usaha, namun sampai saat ini BMPP seperti dipersulit.

Dikatakan Ketua Umum (Ketum), LSM-BMPP, Deni Juweni mengatakan, Bluescope dalam perjanjiannya akan mengeluarkan daftar harga scrap jika bmpp memberikan company profil, namun setelah itu dilakukan NBSI tidak memberikan malah melakukan prosedur lain-lain.

"Seakan kita telah dibohongi, sudah 3 kali bmpp, melakukan miring di Jakarta, namun memberikan daftar harga scrap, setelah company profil masu, dan segera memberikan jatah scrap, ini malah membuat rangkaian prosedur," kata Pria yang akrab disapa kang Jen

Lebih lanjut Kang Jen, Menuntut, agar PT NBSI, segera memberikan apa yang diinginkan oleh BMPP dan dijanjikan oleh Bluescope.

"Ini sudah hampir 7 bulan paska aksi kemarin, kita kaya dikerjain, sehingga kita menuntut agar Bluescope segera memberikan apa yang telah dijanjikan," katanya

Karena hal tersebut, Kang Jen, Menegaskan akan melakukan aksi unjuk rasa kembali, diperusahan tersebut selama lima hari berturut-turut sejak tanggal 15 Oktober 2018

"Kita sudah layangkan surat peritahuan ke porles Cilegon, bahwa LSM-BMPP akan kembali mengepung Bluescope, dengan jumlah masa 2000 lebih, selama 5 hari, sejak tanggal 15 Oktober 2018 hingga tuntutan dapat dikabulkan," tegasnya. (BP)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: