SBO - Melalui Surat Keputusan Mendagri Nomer 132.36/4424/SD tanggal 25 September 2017, Wakil Walikota Cilegon, Edi Aryadi Resmi menggantikan Iman Ariyadi, Walikota Cilegon yang terjerat kasus suap pengurusan perizinan pembangunan mal Transmart di Kota Cilegon.

Hampir satu tahun Edi Aryadi, mengemban jabatan tersebut, namun Kota Cilegon hingga kini belum memiliki walikota defenitif,

Karena hal tersebut organisasi yang dinahkodai Deni Juweni , Cilegon Education Watch (CEW), mendesak agar PLT Walikota Cilegon saat ini, segera diangkat menjadi defenitif. (19/9/18)

Alasan Desakan tersebut, menurut Ketua Umum CEW, yang akrab disapa Kang Jen, saat ini kota Cilegon membutuhkan pemimpin yang memiliki kebijakan penuh atas perputaran pemerintah Kota Cilegon.

"Kewenangan Seorang Pelaksana tugas itu tidak pernah sama dengan defenitif, sementara sudah hampir satu tahun Kota Cilegon tidak memiliki pemimpin yang memiliki kewenangan seorang walikota, untuk itu kami  lembaga yang konsen kepada pendidikan di kota Cilegon, mendesak Mendagri agar segera menetapkan Plt Walikota Cilegon, sebagai walikota Cilegon," tuturnya

Lebih lanjut, Kang Jen, yang juga Ketua Umum (Ketum) LSM-BMPP, Mengatakan, meski saat ini pemerintah kota Cilegon berjalan lancar, namun akibat belum adanya walikota defenitif, banyak program yang terhambat.

"Sebelum kasus yang menimpa iman Aryadi, walikota Cilegon telah melakukan pengangkatan beberapa pejabat, sehingga ada beberapa instansi mengalami kekosongan pejabat, yang mengganggu jalannya instansi tersebut," katanya

Menurut Kang Jen, jika Kota Cilegon, tidak memiliki walikota defenitif, maka yang akan mengalami dampaknya adalah masyarakat.

"Saat ini masyarakat, membutuhkan kebijakan penuh untuk mengatur kota Cilegon, untuk itu nunggu apalagi pengangkatan defenitif ini, jadi saya berharap untuk kepentingan masyarakat, pemerintah pusat segera mengangkat Edi Aryadi, sebagai walikota Cilegon," tuturnya.(Dd)

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: