SBO - Mahasiswa dari beberapa organisasi, seperti Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), PMII Cilegon, GMNI Cilegon, KAMMI Cilegon dan HMI Cilegon yang tergabung dalam Front Mahasiswa Cilegon  Kemarin, Jum'at (9/8/19) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan kantor walikota Cilegon.

Dalam aksi menuntut pemerintah Cilegon khususnya Walikota Cilegon, untuk segera menuntaskan RPJMD Tahun 2016-2021, dan mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi serta menjauhi tindakan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) dilingkungan pemerintah Cilegon, Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian

Akibatnya salah satu mahasiswa yaitu Ketua PP IMC Cilegon Rizki Putra Sandika mendapat pukulan dan tendangan dari salah satu oknum aparat keamanan.

Dengan kejadian tersebut, Rizky merasa dirugikan, semestinya pihak kepolisian melakukan represifitas terhadap demonstrasi mahasiswa.

"Sudah kesekian kalinya saat mahasiswa melakukan demonstrasi, aparat kepolisian selalu bersikap arogan seakan-akan bagai bak preman. Saya, mahasiswa yang bertujuan untuk mengingatkan pemerintah, malah dapet bogem mentah," katanya.

Pihaknya menegaskan, agar aparat keamanan harus lebih mengedepankan sisi kemanusiaan terhadap massa aksi. Terlebih, jika hal tersebut tidak di indahkan oleh aparat, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Kami meminta agar aparat kepolisian untuk mengedepankan sisi kemanusiaan terhadap massa aksi. Jika tidak di indahkan, maka kami akan menempuh jalur hukum," tegasnya.(*)

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: