SBO - Atas panggilan dari Satuan Polisi (Satpol) PP Kabupaten Tanggerang, Pemilik Perusahan Peleburan Almunium, CV. Sri Jaya Logam Makmur, Hans Giorgi, Memenuhi panggilan dinas tersebut pada Senin 19 Agustus 2019.

Dalam panggilan tersebut, Pemilik Perusahan dipinta untuk menjelaskan terkait izin perusahan yang berada diKampung Kramat RT 03/05, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tanggerang

Seusai pertemuan Kepala Seksi Pendataan Pengawasan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Tangerang, Zakaria, Mengatakan perusahan yang berdiri di atas tanah 2.200 meter persegi tersebut, terkait izinnya banyak yang harus dilengkapi, bahkan ada izin yang harus mengulang dari awal.

“Sudah menghadap saya. Tapi pemilik pabrik, saya suruh ke dinas lingkungan hidup dulu untuk menghadap, untuk melengkapi perizinan, sebelumnya saya minta pemilik untuk berkonsultasi ke dinas LH," katanya (19/8/19)

Menurutnya, Kedatangan pemilik pabrik, suatu itikad baik, sehingga pihaknya hanya memberikan tegoran, akan tetapi jika tidak di datang akan ditertibkan

"Sementara ini kita beri peringatan, dan jika masih membandel akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku," tuturnya

Menanggapi persoalan, Kurangnya pengawasan dinas terhadap beroperasinya perusahan tersebut, pihaknya menampik, pasalnya perusahan tersebut baru beroperasi satu Minggu.

"Sebelumnya pernah beroperasi dan kita tutup, ini mengulang kembali dan baru satu Minggu beroprasi," ungkapnya.

Menindak lanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengaku pihaknya tidak mengijinkan beroprasi jika belum dapat melengkapi perizinannya.

"Kita sudah turunkan Tim , untuk mengecek kondisi pabrik, dan hasilnya kami akan layangkan surat teguran, dan pabrik tidak diizinkan beroprasi selama tidak melengkapi surat izin," akunya 

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pakuhaji Yandri Permana, merasa kesal dengan pemilik perusahan, yang mana selalu membandel dan tidak pernah mengesahkan teguran dari kecamatan

 “Saat pemilik pabrik masih bikin pondasi, tim kecamatan dipimpin Pak Silmi sebagai Kepala Seksi Trantibum, sudah kasih teguran agar pembangunan pabrik berhenti. Hari itu pembangunan pabrik berhenti. Ternyata, besoknya proses pembangunan pabrik mulai lagi. Hingga sekarang terbangun dan beroperasi,” tutupnya.(BP)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: