SBO - Gizi buruk di Kota Serang masih tinggi, bila dibandingkan dengan Stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak), Hal ini di akui Walikota Serang, Syafrudin, kepada wartawan seusai melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-74 di Alun-Alun barat Kota Serang, Sabtu 17 Agustus 2019.

"Gizi buruk di Kota Serang ini kalau tidak salah sekitar 80 orang. Tapi stunting itu lebih kurang dari gizi buruk," katanya

Lebih lanjut Syafrudin, dari 6 kecamatan yang ada di Kota Serang, yang terbanyak mengalami gizi buruk di Kecamatan Kasemen.

"Gizi buruk itu terbesar di kasemen. Tapi untuk jumlahnya saya kurang jelas," ungkapnya.

Selain itu, saat di singgung soal kekeringan di Kecamatan Kasemen yang mengakibatkan para petani tidak bisa becocok tamanz Syafrudin mengaku, bahwa Kecamatan Kasemen itu memang berbeda dengan Kecamatan yang lainnya.

"Dimana saat musim kemarau seperti sekarang ini, sudah otomatis kekeringan terjadi dan mengakibatkan kegiatan para petani tidak bisa berjalan, Masyarakat kita tidak bisa mencangkul tidak bisa menanam padi dalam kurung kemarau ini. Otomatis kesejahteraan masyarakat juga akan mengurang," ucapnya,Kami fokus pada tahun ini di kecamatan kasemen ini untuk kesejahteraan masyarakat kita," tambahnya.(BP)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: