SBO - Pabrik peleburan almunium yang berada diKampung Kramat RT 03/05, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tanggerang Disidak Satuan Polisi (Satpol PP) Pada Jum'at (16/8/19).

Dalam sidak pada pabrik yang telah beroperasi dan berlokasi ditengah sawah, didapati pihak perusahan tidak dapat menunjukan Surat izin dari perusahan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah Sumartono yang memimpin sidak, seusai menemui pemilik perusahan, mengatakan, pabrik peleburan almunium tersebut satu-satunya yang berdiri ditengah sawah

"Selain berdiri di tengah-tengah sawah warga, saat di pinta menunjukan perijinan seperti izin lingkungan, surat keterangan domisili usaha (SKDU), Amdal dan lain-lain, pihak pemilik tidak bisa menunjukan," katanya kepada wartawan (16/8/19)

Karna hal tersebut, Sumartono akan memanggil pihak pemilik perusahan.

"Kita akan panggil pemilik perusahan ke kantor satpol PP, untuk dipunyai keterangan, pada hari Senin (19/8/19)," katanya

Lebih lanjut, Sumartono, menduga keberadaan bangunan pabrik, tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah

"Nanti kita tanyakan ke Dinas Tata Kota," ungkapnya

Ditemui terpisah (19/8/19), Kepala satpol PP Kabupaten Tanggerang, Bambang Mardi, membenarkan adanya panggilan pemilik pebrik pengolahan almunium tersebut

"Benar kita panggil pemilik perusahan pada hari ini, sipatnya hanya sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait yang dukumen yang dimiliki perusahan," jelasnya.

Selanjutnya, Bambang menegaskan pemambilan tersebut, karna dugaan tidak memiliki surat perizinan masih belum memiliki banyak bukti.

"Kita juga akan berkordinasi dengan pihak terkait, untuk memastikan surat ijin dari perusahan," tegasnya

Untuk diketahui, dalam sidak didapati dalam pabrik terlihat sejumlah pekerja sedang beraktivitas menyortir bahan-bahan yang akan dilebur. Bahkan ada setumpuk, aluminium dalam bentuk batangan.(BP)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: