SBO - Peletakan Batu Pertama, Rumah Tahfizh Kampung muallaf Baduy, di Desa Lebak parahiang kecamatan Lewidamar kabupaten Lebak Banten, Diwarnai Aksi Cekcok mulut, Antara pimpinan podok Pesantren Nurunninyah, Dan Tamu Dari Jakarta, yang merupakan pemilik tanah Hadi Santoso.

Kejadiannya bermula,Saat kegiatan peletakan batu pertama, yang dihadiri Asda III Kabupaten Lebak, berjalan lancar, tiba-tiba tamu dari Jakarta hadir dan dari dalam terdengar cek-cok mulut, cek-cok dapat di rerai oleh Kapolsek Leuwidamar

Informasi yang didapat, cek-cok tersebut, akibat kesalah pahaman, dengan tidak mengundang pemilik tanah.

Pemilik Tanah, Hadi Susanto, Mengatakan, Pihaknya amat kecewa denga sikap pimpinan pesantren yang tidak mengundang dalam acara tersebut, 

"Bangunan pesantren yang dirintis bersema, dari murid yang hanya 17 orang hingga 100 orang, saya kecewa karena ada acara besar tetapi tidak berkordinasi dan menggundang saya, sementara saya sering datang kesini," jelasnya

Dengan kejadian tersebut, Pimpinan Pesantren Nurunninyah, Berpasrah jika nanti, Pemilik tanah melarang untuk membangun ditanahnya

“Awal pembangunan ini kita mau bangun bareng – bareng, setelah adanya kejadian ini, kalau pun memang tidak boleh dibangun di tanah milik pak hadi tidak apa-apa kita tarik lagi apa urusannya,” jelasnya

Untuk diketahui, Pembanguna Rumah Tahfizh Kampung muallaf Baduy, bertujuan. membangun generasi Hafizh diKabupaten Lebak, yang digagas oleh Pimpinan Pesantren Nurunninyah dan Komunitas Hafizh On The Street dan Pendiri Yayasan askar Kauny.(BP)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: