Jasa Website Murah

Jumlah Investasi Cilegon Capai Rp12,3 triliun 

seputarbanten.com-CILEGON, Memasuki pasar bebas Asean atau masyarakat ekonom Asean (MEA), PT Asahimas Chemical melakukan ekspansi investasi di Cilegon senilai 885 juta dollar atau setara Rp 12,3 triliun dengan kurs per dolar AS Rp 13.900. Ekspansi yang dilakukan diantaranya perluasan pabrik ke-9 senilai US$ 425 juta, serta pembangunan PLTU 300 MW (Mega Wat) dengan nilai investasi 460 juta dollar.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, meningkatnya ketertarikan para investor ini lantaran proses investasi di Indonesia yang semakin mudah dengan adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Investor terutama dari Jepang itu masih melihat indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi dan ini mereka buktikan," katanya

saat acara peresmian perluasan pabrik, ekspor perdana PT Asahimas serta peletakan batu pertama Ground Breaking PLTU PT Asahimas di Cilegon, Jumat (12/2).Kata dia, komitmen pemerintah terkait pengalihan anggaran subsidi energi ke sektor yang lebih produktif juga dinilai menjadi pendorong peningkatan minat investasi di Indonesia khusunya di Banten.

“Salah satu yang perlu dijelaskan adalah Asahimas ini ada salah satu yang memproduksi, untuk bahan baku yang digunakan oleh pabrik-pabrik turunan lain. Nah tentunya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mengurangi subsitusi impor dan ini telah dilakukan oleh Asahimas,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan bahwa perluasan pabrik Asahimas akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi dua kali lipat yang akan memperkuat industri substitusi impor bahan kimia dasar.

“Perluasan yang dilakukan oleh Asahimas sangat positif untuk peningkatan daya saing Indonesia, terutama untuk mengurangi impor bahan baku dan menghemat devisa negara senilai 97 juta dollar per tahun,” ujarnya 

Kata dia, proyek perluasan ini memperlihatkan iklim investasi di Indonesia yang kondusif dan berdaya saing. Sehingga banyak investor yang masuk ke Indonesia, dan hal itu bisa meningkatkan pendapatan, serta memberi peluang kesempatan kerja kepada masyarakat.

“Ini terbukti dari perusahaan yang existing tetap dapat menjalankan usahanya dan bahkan melakukan perluasan sebanyak sembilan kali sejak berdirinya di tahun 1986,” ujarnya.

Hal ini dilakukan selain untuk mendorong industri impor, perluasan yang dilakukan oleh perusahaan juga memiliki nilai strategis karena berorientasi ekspor. Nilai ekspor PMA (Penanaman Modal Asing) Jepang ini akan meningkat sebesar 280 juta dollar per tahun, dari 120 juta dollar per tahun menjadi 400 juta dollar per tahun.

“Investasi ini akan memperkuat daya saing Indonesia di ASEAN baik dari sisi ketersediaan bahan baku bagi industri di dalam negeri maupun kontribusi terhadap ekspor,” imbuhnya.

Dari sisi tenaga kerja lanjutnya, proyek perluasan ini bisa menyerap tambahan pekerja sebanyak 245 orang, dari total tenaga kerja saat ini sebanyak 1.000 orang.

“Ini positif terhadap kemanfaatan investasi dengan menyerap tenaga kerja di Provinsi Banten. Tahun lalu investasi yang masuk di Banten menyerap lebih 100 ribu tenaga kerja,” katanya.

Reportase : Galih_Sbo#02

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel