Jasa Website Murah

Ketum LSM - BMPP : Masalah Aturan Bukan Menjadi Bahasan Lagi, Kami Tuntun Perjanjian Dari PT Astra

SBO - Adanya rencana mediasi yang akan dilakukan oleh Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Banten Monotoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP) dan Forum Komunikasi Warga Metro Cilegon (FKWMC) pada jum'at 8 mei 2020.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rawiah selaku Kepala Departemen Manajemen Humas dan CSR PT Astra Infra Road, membantah jika terjadinya banjir di wilayah Gedong Dalem dan Perumahan Metro Cilegon dikarenakan gorong-gorong jalan tol Cilegon yang kecil.

“Bisa kami sampaikan, jika jalan tol kami sudah berdiri sejak 1989 dan bertahap beroperasi komersil dari 1991 hingga 1994. Jalan tol kita sudah dibangun sesuai DED. Dan itu sudah disetujui oleh Kementerian PUPR, Binamarga dan sebagainya, tentu dengan Pemprov dan Pemda setempat juga. Jadi duluan mana, jalan tol apa Perumahan Metro," Sanggahnya

Menurutnya, terkait perkembangan pemukiman penduduk, dengan munculnya banyak perumahan-perumahan baru dan tata ruang wilayah itu berada dalam kewenangan pemerintah setempat. Sehingga, bukan kewenangan pihaknya untuk mengurusi hal itu.
“Kalau kami fokusnya hanya ke jalan tol. Adapun tata letak daerah sekitar itu kebijakan Pemda setempat. Makanya ini bisa ditanya ke PU setempat, apakah Amdal izinnya sudah terpenuhi? Apakah juga drainase yang dimiliki oleh perumahan setempat itu seperti apa sistemnya?” tuturnya.

Terkait gorong-gorong yang disebut sebagai pemicu banjir, Rawiyah menerangkan, jika gorong-gorong jalan tol dibuat sudah berdasarkan detail engineering design (DED) dari Kementerian PUPR, dan peruntukkannya hanya menampung limpahan air dari jalan tol, bukan dari pemukiman sekitar.
“Kewajiban kami, gorong-gorong itu buat menampung air yang memang ada di jalan tol. Jadi bukan di kawasan pemukiman, jadi hanya untuk jalan tol. Jadi tidak mungkin kami membuat gorong-gorong untuk menampung kawasan sekitar, itu bukan tanggungjawab kami,” jelasnya.

Saat disinggung terkait kesepakatan yang pernah dibuat antara warga dengan pihak pengelola soal gorong-gorong, Rawiah mengaku belum mengetahuinya dan akan coba berkoordinasi terlebih dahulu secara internal seperti apa kesepakatan yang pernah dibuat tersebut.

“Saya harus cek dulu bunyi kesepakatannya, itu seperti apa dan perbaikannya itu seperti apa. Saya harus koordinasi dulu dengan tim di lapangan. Saya akan kroscek seperti apa kesepakatan yang dimaksud,” tandasnya

menyikapi hal tersebut, Ketua Umum LSM - BMPP, Deni Juweni Menegaskan, Bahwa pihaknya sudah pernah membahas persoalan tersebut, sehingga pihak PT Astra yang diwakili Direktur oprasional, menawarkan tiga program untuk menangani banjir.

"persolan bantahan pihak astra kami sudah bahas ditagun 2018 lalu, sekarang ini yang kita bahas adalah janji dari pihak astra yang akan menanggilangi persoalan banjir akibat gorong-gorong tersebut," tegasnya

menurutnya, pihak astra tidak serius dalam menangani persoalan gorong-gorong tersebut 

"tahab awal hanya gali kanan dan kiri gorong - gorong setelahnya gak ada lagi untuk tahap menengah dan jangka panjang, bahkan kita tidak pernah melihat lagi pihak kebersihan dari PT Astra yang diawal membersihkan gorong-gorong," tanggapnya

Mengenai tidak tahunya perjanjian yang dibuat, Deni Juweni, mengaku bahwa hal tersebut adalah persoalan klasik.

"sudah jelas ko itu ditandatangani oleh direktur oprasional, masa belum mengetahui," tuturnya.

untul diketahui, BMPP akan tetap melakukan mediasi pada hari jum'at dengan menuntut PT Astra agar melebarkan gorong-gorong.(Dewan)


Previous article
Next article

Leave Comments

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel