Jasa Website Murah

Terminal Terpadu Merak Belum Beroperasi Normal, Menunggu SK Menteri Perhubungan dan SE Menteri Kesehatan

SBO - Beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terlihat mengangkut penumpang di wilayah Merak.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten mengatakan bus AKAP, AKDP, dan Angkot boleh beroperasi asal di wilayah non-zona merah. Hal itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Terkait bus diatur di SE (Surat Edaran) Nomor 11, jadi di situ diatur memang semua transportasi kalau di situ untuk angkutan kendaraan umum, baik itu pariwisata AKAP, AKDP, dan angkot kalau dari zona merah dia nggak boleh, kalau asal tujuannya zona merah dia nggak boleh," kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten. Rabu, (10/06/20)

"Di Merak ini karena Cilegon berada di zona kuning, dia boleh beroperasi, tapi dengan persyaratan tadi penumpangnya mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan surat keterangan sehat, baik operator maupun penumpang bebas COVID. Sebetulnya kalau Merak boleh beroperasi asal dia bukan dari dan tujuan ke wilayah zona merah," ujarnya.

Terminal Terpadu Merak (TTM) belum beroperasi di saat pendemi Corona. Jadwal pembukaan terminal itu masih menunggu perintah dari Kementerian Perhubungan.

"Belum (beroperasi) masih menunggu SK Menteri Perhubungan dan SE Menteri Kesehatan," kata Kepala Terminal Merak, Alam Suryawijaya, saat dikonfirmasi, Selasa (9/6).

"Pembukaan terminal, dan prosedur protokol Kesehatan, untuk pelaksanaan pelayanan transportasi untuk semua terminal Tipe A di Seluruh Indonesia sesuai zona-zona dari Gugus tugas COVID," tambahnya. (Jefri/Detik)
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel