Jasa Website Murah

Tidak Terima Disebut Oknum, Pemuda Tegal Maja Klarifikasi

SBO - Pernyataan Kepala Desa Sampir, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Safeudin, yang menyatakan penolakan rencana pembangunan pemakaman bagi warga keturunan cina, ditunggangi oknum dari warga Cilegon, di klarifikasi oleh sejumlah pemuda.

Menurut salah satu tokoh pemuda Lingkungan Tegalmaja, Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Miftahul Ulum, Bahwa keberadaan proyek makam tersebut, berada di satu wilayah.

"Betul, proyek nya berada di desa Sampir, yang berada dilingkungan Tegal Maja , tetapi Beda Kota Beda Kabupaten tapi Satu Kampung Tegal Maja," Tuturnya (28/10/2020)

Lebih lanjut, Ulum, mengaku penolakan oleh warga Cilegon , hal yang wajar, karna dampak dari pembangunan tersebut , akan berdampak juga pada warga Cilegon.

"Hal yang wajar , kalau kami menolak dan melakukan aksi, karna keberadaan proyek tersebut dilingkungan kami, jadi kami bukan oknum yang menunggangi warga Sampir, tetapi kami satu kesatuan," akunya

Hal senada dikatakan Tokoh Pemuda Lainnya, Ukon Jarkoni, penolakan terhadap pembangunan makam cina tersebut, didasari kecintaannya terhadap daerah kelahirannya.

" Ini beban moral hingga anak cucu nanti, kalau sampe terjadi adanya penambahan lahan makam cina, karna nanti lingkungan kami dikelilingi makam cina, kami khawatir jika kami ditanya alamat kami , orang lain akan menjawab kampungmakam cina bukan kampung Tegal Maja lagi, yang sudah ada juga sudah, ini mau tambah lagi makan cina," jelasnya

Ukon menegaskan, keberadaan makam cina tersebut dimungkinkan melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Yang saya tau, wilayah kami ini merupakan wilayah wisata dan pertanian, bukan wilayah pemakaman, dan yang lebih aneh , pernyataan kepala desa yang mengatakan tidak tahu persoalan ijin, mestinya kepala desa lebih tau," tegasnya

Ia berharap, pihak terkait, tidak memberikan ijin atas rencana pembangunan proyek tersebut.

"Padahal belum ijin tapi proyeknya sudah berjalan, dan katanya saat ini sedang mengurus ijin, kami meminta pihak yang mengeluarkan ijin tidak mengeluarkan ijinnya, karna adanya penolakan dari warga ini, dan kami memiliki pernyataan berupa tandatangan bahwa warga menolak, jika ada makam cina lagi didesa kami," harapnya.(Dewan)

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel